Sagu Kapurut: Penganan Tradisional dari Mentawai
- 18 Sep 2024 07:39 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Mentawai: Di tengah kekayaan kuliner Indonesia, ada satu makanan tradisional yang mungkin belum banyak dikenal namun memiliki keunikan tersendiri, yaitu Sagu Kapurut khas kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Dikutip dari laman jadesta.kemenparekraf.go.id, Penganan ini merupakan salah satu bentuk olahan tepung sagu yang mirip dengan Lompong Sagu, dan sangat populer di kalangan masyarakat Mentawai.
Proses pembuatannya dimulai dengan menyiapkan sagu yang telah siap dimasak. Tepung sagu tersebut kemudian dimasukkan ke dalam daun sagu, yang berfungsi sebagai pembungkus. Bentuknya mirip lontong, namun lebih tipis. Setelah itu, sagu yang telah dibungkus dalam daun sagu ini dibakar hingga matang.
Sagu kapurut menjadi salah satu menu andalan paket wisata dari Desa Wisata Muntei, Kabupaten Kepulauan Mentawai yang di banderol Rp. 3.000,- per porsinya.
Pentingnya membakar penganan ini secara merata tidak hanya memastikan kematangan tetapi juga memberikan aroma khas yang berasal dari daun sagu yang terbakar. Ketika daun dibuka setelah proses pembakaran, akan terlihat sagu kapurut yang matang dengan sedikit bekas bakar yang menambah keharuman dan keunikan rasa.

Ukuran Daun Sagu yang digunakan tidak terlalu besar, panjangnya sekitar 20 cm, sehingga penganan ini bisa dikonsumsi seperti makan permen. Teksturnya agak keras namun memberikan kepuasan tersendiri bagi yang menyukainya. Panganan ini juga bisa dinikmati bersama sup ikan. Rasa gurih dan kenikmatan dari sagu yang dimasak dengan cara tradisional ini menciptakan kombinasi yang lezat.
Proses pembakaran dan pembuatan sagu kapurut masih dilakukan dengan cara tradisional, yang menjaga keaslian dan kekayaan rasa panganan ini. Hal ini memberikan gambaran tentang tradisi dan budaya masyarakat Mentawai yang masih kental dengan cara-cara kuno mereka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....