Sejarah Suku Jambak di Minangkabau

  • 04 Mar 2025 23:25 WIB
  •  Bukittinggi

KBRN, Bukittinggi: Suku Jambak di Minangkabau merupakan salah satu suku dengan sejarah yang khas dan berbeda dari suku-suku lain di daerah tersebut. Berbeda dengan suku-suku Minangkabau yang umumnya berasal dari dua kelompok besar, yaitu Koto Piliang dan Bodi Caniago, suku Jambak diyakini berasal dari keturunan suku Campa, yaitu sekelompok pengembara dari Tiongkok yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Hera Mong Campa. Mereka tiba di wilayah Koto Tuo, Agam, melalui proses ekspansi dan peperangan, mengalahkan penduduk setempat yang konon berasal dari Turkestan.

Seiring waktu, suku Jambak menyebar ke berbagai daerah di Minangkabau, seperti Panampuang, Pariaman, Pasaman, dan bahkan meluas hingga ke luar Sumatera Barat, termasuk Bangkinang dan Taluk Kuantan. Salah satu ciri khas mereka adalah kebiasaan hidup berkelompok dan memberikan nama wilayah berdasarkan identitas suku, seperti banyaknya daerah yang dinamai "Kampung Jambak."

Secara budaya, suku Jambak memiliki beberapa keunikan. Mereka dikenal sebagai kelompok yang cenderung pendiam, patuh, dan menghindari konflik. Ada mitos yang melekat pada mereka, yaitu sering terjadinya hujan saat pesta, yang diyakini terkait dengan sumpah yang diucapkan oleh Hera Mong Campa di masa lalu. Selain itu, secara genetik, terdapat kecenderungan anggota suku ini mengalami gangguan pendengaran saat memasuki usia lanjut.

Suku Jambak juga mengalami pemekaran menjadi beberapa cabang, seperti Suku Salo, Kateanyia, Harau, dan Patopang. Meskipun ada pendapat yang menyatakan bahwa suku Jambak terbagi menjadi tujuh cabang, istilah "Jambak Tujuah Janjang" sering digunakan untuk menggambarkan keragaman mereka. Keberadaan suku Jambak mencerminkan interaksi sejarah yang panjang antara budaya lokal Minangkabau dan pengaruh asing, menjadikan mereka sebagai bagian penting dari keragaman budaya di Sumatera Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....