Masjid Darul Farhan Banjarmangu Gelar Pelatihan Ilmu Falak

  • 07 Jul 2025 10:47 WIB
  •  Purwokerto

KBRN, Banjarnegara: Suasana berbeda terlihat di Masjid Jami Darul Farhan, Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, pada Sabtu - Minggu (5-6/7/2025). Masjid ini menjadi pusat kegiatan edukatif bertema "Gebyar Muharram 1447 H: Merajut Peradaban dan Tadarus Ayat Kauniyah", yang diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah.

Acara ini menggabungkan unsur ilmu pengetahuan dan spiritualitas Islam melalui pameran astronomi, pelatihan penentuan arah kiblat, hingga pengamatan benda langit menggunakan teleskop. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan ilmu falakiyah—cabang ilmu yang mempelajari benda langit dan kaitannya dengan ibadah umat Islam—kepada masyarakat luas.

Ketua Pengurus Masjid Jami Darul Farhan, Farhan Juniaji, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar edukasi, tetapi juga sebagai upaya membangkitkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ilmu falak dalam kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah tahap pengenalan awal bagi masyarakat agar mereka lebih memahami pentingnya ilmu falak dalam praktik ibadah, seperti penentuan arah kiblat dan kalender hijriah," ujar Farhan.

Materi yang diberikan mencakup penentuan arah kiblat, kalender Islam, dan dasar-dasar astronomi Islam. Tak hanya itu, acara juga menggandeng BMKG yang menjelaskan hubungan antara ilmu falak dan fenomena alam, seperti pergerakan matahari dan bulan, serta cuaca.

“Diharapkan para peserta tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga menyadari bagaimana ilmu falak berperan dalam kehidupan nyata,” imbuh Farhan.

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Banjarnegara, Ali Mustafa, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menyebut langkah Masjid Jami Darul Farhan sebagai contoh nyata dalam menghidupkan kembali semangat keilmuan Islam di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi inisiatif ini. Ilmu falak adalah bagian penting dari peradaban Islam yang harus terus dikenalkan. Meski belum banyak peminat, ilmunya sangat krusial bagi keakuratan ibadah,” ujarnya.

Ali Mustafa juga berharap agar kegiatan serupa bisa menginspirasi takmir masjid lain untuk ikut menyelenggarakan edukasi falakiyah.

Tak hanya berfokus pada kegiatan ilmiah dan keagamaan, acara Gebyar Muharram ini juga dimeriahkan dengan jalan sehat dan pameran UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan dari pelaku usaha lokal di Banjarmangu dan sekitarnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, pembelajaran, dan pemberdayaan masyarakat. (jkw)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....