Hari Batik Nasional, Merawat Batik sebagai Warisan yang Terus Berkembang
- 02 Okt 2026 20:04 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober sebagai momen untuk memperkenalkan batik sebagai warisan budaya Indonesia kepada masyarakat luas.
- Batik telah mendapatkan pengakuan internasional sebagai Warisan Budaya Takbenda dari UNESCO sejak tahun 2009, memperkuat status batik sebagai aset budaya nasional.
- Perkembangan batik ditunjukkan melalui penggunaan busana bermotif batik dalam berbagai acara dan kegiatan budaya serta pembelajaran langsung di sejumlah daerah.
Presiden Federasi Bisnis dan Profesional Wanita Indonesia Giwo Rubianto Wiyogo mengingatkan pengakuan UNESCO bukan berarti upaya pelestarian batik telah selesai. Menurutnya, pengakuan tersebut justru perlu menjadi momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik.
"Walaupun batik sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya. Kita tetap harus mencintai dan menggunakan batik," ujar Giwo dalam keterangan tertulis, Jumat 2 Oktober 2026.
Giwo mengajak masyarakat menjadikan penggunaan batik sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ia memberikan contoh sederhana dengan mengenakan batik setidaknya satu hari dalam sepekan.
"Minimal satu hari dalam seminggu kita memakai batik. Dengan begitu, kecintaan terhadap batik tidak hanya menjadi simbol pada Hari Batik Nasional, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari," katanya.
Menurut Giwo, kecintaan terhadap batik tidak cukup hanya ditunjukkan ketika Hari Batik Nasional. Batik perlu terus digunakan, diperkenalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Giwo juga menekankan pentingnya memperkenalkan batik kepada generasi muda melalui berbagai cara. Pengenalan tersebut dapat mencakup motif, filosofi, teknik pembuatan, hingga perkembangan desain batik.
"Harus terus kita gaungkan batik. Kepada generasi muda," katanya.
Selain mendorong masyarakat menggunakan batik, Giwo mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi kepada para pencanting dan pembatik. Menurutnya, keberadaan para perajin merupakan bagian penting dari keberlanjutan batik.
"Para pencanting dan pembatik juga harus kita apresiasi. Regenerasi harus terus dilakukan," ucap Giwo.
UNESCO menyebut praktik batik telah diwariskan antargenerasi dan berkaitan erat dengan identitas budaya masyarakat Indonesia. Dalam keputusan pencatatannya pada 2009, UNESCO juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap praktik batik.
Giwo berharap semakin banyak masyarakat mengenakan dan mencintai batik dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berharap generasi muda terus mengenal, mengembangkan, dan meneruskan warisan budaya tersebut.
|
Selanjutnya,
Mengenalkan Batik kepada Generasi Muda
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....