Warga Tangerang Ambil Risiko Kesehatan akibat Krisis Air
- 20 Sep 2026 02:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Warga Tangerang mengonsumsi air keruh dari Sungai Cimanceuri karena krisis kemarau selama lima bulan yang parah.
- Air sungai yang digunakan berwarna hijau, keruh, dan berbau, namun warga terpaksa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari dengan risiko kesehatan.
- Warga melakukan cara sederhana mengendapkan air selama tiga hari agar menjadi lebih jernih sebelum dimasak dan dikonsumsi.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan pihaknya rutin menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan. Ia mengimbau perangkat desa hingga RT diwilayah terdampak untuk segera melapor kepada BPBD jika ada warga yang membutuhkan bantuan air bersih.
"Ini sudah bukan rencana lagi, setiap hari kami dari BPBD, PDAM, PMI dan lain-lain, setiap hari mengirim air bersih. Untuk Kades atau Lurah agar terus memonitor wilayahnya apabila ada yang membutuhkan air bersih tinggal hubungi Pusdalops BPBD Kabupaten Tangerang dengan Call Center 112," ujar Taufik.
Senada dilayangkan Penata Layanan Operasional Danton pada BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Dia memgaku, BPBD Tangsel terus melakukan pendistribusian air bersih. Hingga saat ini, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 1.193.600 liter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....