Penembakan ASN Jayawijaya: Pengabdian, Duka dan Keadilan

  • 12 Sep 2026 19:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polisi memburu delapan pelaku penembakan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya berdasarkan ciri-ciri dari saksi yang selamat.
  • Dua anggota KKB teridentifikasi, yakni PN dan KT, yang diduga terlibat dalam penembakan serta melakukan video call dengan keluarga korban.
  • Pemerintah memastikan hak kepegawaian korban telah diselesaikan melalui koordinasi Kementerian PANRB, Taspen, dan BKN untuk keluarga korban.

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) menembak mati tiga pegawai Pemkab Jayawijaya, Papua Pegunungan. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengutuk keras kejahatan yang dilakukan KKB tersebut.

"Tindakan penyerangan bersenjata terhadap warga sipil dan pelayan publik ini merupakan kejahatan biadab. Perilaku yang sama sekali tidak dapat ditoleransi," katanya dalam keterengam pers yang diterima RRI, Sabtu12 September 2026.

Ia mendukung penuh jajaran Polri bersama TNI untuk bertindak cepat, tegas, dan terukur sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. Ia meminta para pelaku segera ditangkap dan diadili.

"Aparat penegak hukum harus segera mengusut tuntas peristiwa ini, memburu para pelaku hingga ke akarnya. Dan menyeret mereka ke hadapan peradilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," katanya.

Menurutnya, negara tidak boleh kalah oleh aksi teror dan kekerasan bersenjata yang merongrong kedaulatan hukum. Serta mengorbankan keselamatan warga sipil.

"Kami meminta aparat meningkatkan jaminan keamanan di wilayah rawan agar para petugas pemerintah dan masyarakat dapat beraktivitas. Serta menjalankan pembangunan tanpa rasa takut," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni turut mengutuk aksi keji KKB tersebut. Ia mendesak aparat bergerak cepat meringkus para pelaku.

"Ini tentunya tindakan yang biadab dan saya sangat mengutuk tindakan teror ini. Kami di Komisi III mendesak agar jajaran kepolisian bergerak cepat menangkap pelaku dan menghukum mereka seberat-beratnya," ujar Sahroni.

Ia juga berharap aparat mengusut asal-usul senjata yang dimiliki KKB. "Saya meminta polisi, selain menangkap pelaku, juga harus bisa mengungkap dari mana mereka mendapatkan senjata dan siapa pemasoknya," ujarnya, menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....