Optimalisasi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- 12 Sep 2026 00:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mendorong daerah mengoptimalkan potensi ekonomi sebagai mesin pertumbuhan nasional
- Pertumbuhan ekonomi daerah menjadi bagian penting menuju target pertumbuhan 8 persen pada 2029
- BPS mencatat 201 kabupaten dan kota tumbuh di atas pertumbuhan nasional pada triwulan II 2026
- Sebanyak 99 kabupaten dan kota tumbuh di atas 6 persen pada semester I 2026
- Potensi daerah dikembangkan melalui investasi, industri, pertanian, peternakan, perkebunan, dan hilirisasi
Pengalaman sejumlah daerah menunjukkan perbedaan sumber pertumbuhan ekonomi tersebut. Industri, investasi, pertanian, peternakan, perkebunan, dan hilirisasi menjadi pilihan sesuai karakter ekonomi masing-masing.
Pola tersebut juga menunjukkan pentingnya peningkatan nilai tambah dalam mengembangkan potensi daerah. Produk dan sumber daya daerah perlu dikembangkan agar menghasilkan aktivitas ekonomi yang lebih besar.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rachmat Pambudy mengatakan pertumbuhan ekonomi tinggi membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah. Pertumbuhan tersebut harus mencerminkan aktivitas ekonomi yang kuat, produktif, dan inklusif.
“Kita tidak hanya membahas masalah inflasi, tidak hanya membahas pertumbuhan ekonomi,” ujar Rachmat. “Kita harus memastikan angka-angka tersebut benar-benar mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin kuat, produktif, dan inklusif,” katanya.
Rachmat menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia perlu terus dipacu menuju 8 persen pada 2029. Pemerintah menempatkan 2026 sebagai fondasi sebelum memasuki fase akselerasi pada 2027.
“Tahun 2026 harus kita jadikan momentum untuk memperkuat pengawalan ekonomi daerah,” katanya. “Memastikan konsistensi program dan kegiatan, serta meningkatkan kualitas belanja,” ucap Rachmat.
Menurut Rachmat, pencapaian pertumbuhan tinggi membutuhkan siklus kerja yang terintegrasi. Siklus tersebut mencakup pemantauan, pengawalan, dan percepatan.
Pemantauan digunakan untuk membaca tren perekonomian melalui berbagai indikator. Pengawalan diperlukan untuk menemukan kesenjangan target, hambatan, dan persoalan lintas daerah.
Percepatan dilakukan melalui intervensi konkret dan dukungan kebijakan. Langkah tersebut diperlukan agar momentum pertumbuhan ekonomi tidak hilang.
Rachmat juga mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan potensi unggulan masing-masing. Investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi bagian penting dalam strategi tersebut.
“Untuk itu, tiap daerah perlu mengoptimalkan potensi unggulan daerahnya, mendorong investasi, dan menciptakan lapangan kerja,” ujar Rachmat.
|
Selanjutnya,
Memastikan Ekonomi Lokal Berkembang
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....