PSEL: Solusi Kilat Darurat Sampah Kota Bekasi
- 29 Agt 2026 20:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Listrik (PSEL) Kota Bekasi resmi dimulai pada Rabu 26 Agustus 2026 dan merupakan inisiatif pemerintah pusat di bawah Danantara Indonesia.
- Proyek PSEL ditargetkan selesai pada pertengahan Tahun 2028 dan dirancang untuk mengatasi krisis sampah di Kota Bekasi secara signifikan.
- Teknologi PSEL diandalkan sebagai solusi cepat untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA Sumurbatu yang menjadi beban utama Kota Bekasi.
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir mengatakan, proyek PSEL merupakan solusi darurat sampah di Indonesia, khususnya di Kota Bekasi. Yang memiliki sejumlah dampak positif.
Dampak positif dimaksud antara lain, mampu mengelola 500 ribu ton sampah per tahun atau 70 persen timbulan sampah terolah. Menurunkan dampak emisi sampah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80 persen dan mengurangi emisi karbon 640 ton setara CO2 per tahun.
"Dari sisi energi PSEL akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai 55 ribu rumah masyarakat Kota Bekasi. Dan PSEL yang bernilai tiga triliun dari sisi investasi diperkirakan menciptakan 1.000 lapangan kerja hijau," katanya, saat memberikan sambutan pada seremoni peletakan batu pertama PSEL Kota Bekasi, Rabu 26 Agustus 2026.

Pihaknya juga mengatakan, bahwa hadirnya PSEL juga bisa mengurangi kebutuhan lahan TPA secara signifikan. Yakni hingga 90 persen.
"Permasalahan sampah bukan hanya dialami satu daerah atau satu orang saja, permasalahan sampah adalah permasalahan bersama kita semua. Mari berkolaborasi dan bersama-sama mewujudkan Indonesia yang Aman Sehat, Resik dan Indah," ujarnya.
|
Selanjutnya,
PSEL Diharapkan Membuat Harga Listrik Menjadi Murah
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....