Misteri Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Kawasan Kebayoran Lama

  • 10 Agt 2026 00:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ratusan unit senapan angin, satu senjata api, narkotika, dan materi pornografi ditemukan di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, yang menunjukkan kelemahan serius dalam pengawasan dan keamanan lingkungan sekolah.
  • Temuan tersebut menimbulkan pertanyaan kritis tentang legalitas kepemilikan, asal-usul barang, alasan penyimpanan, serta pengawasan yayasan terhadap fasilitas dan ruangan-ruangan di lingkungan pendidikan.
  • Insiden ini mengungkapkan bahwa lingkungan sekolah belum mampu sepenuhnya menjamin perlindungan terhadap peserta didik dari ancaman keselamatan fisik dan kondisi psikologis yang dapat merugikan proses belajar-mengajar mereka.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan temuan sekitar 995 senjata dan narkoba di sekolah Kebayoran Lama sangat mengejutkan. Ia menyatakan keberadaan senjata, narkoba, dan barang lainnya tersebut sangat tidak boleh terjadi dalam lingkungan pendidikan.

“Yang ditemukan sangat mengejutkan, senjata jumlahnya kurang lebih 995, kemudian ada narkoba, dan juga ada hal-hal lain. Pertanyaannya apakah itu boleh atau tidak, jawabannya singkat saja, sangat tidak boleh,” ujarnya di Balai Kota Jakarta, Jumat 7 Agustus 2026.

Pramono menilai yayasan terkait benar-benar memberikan contoh yang tidak baik meskipun pihak bersangkutan telah dipecat. Ia menyebut, persoalan tersebut kini telah ditangani aparat penegak hukum yang sudah turun langsung ke lapangan.

Ia mengatakan aparat penegak hukum telah melihat bukti-bukti yang ada dan membawanya ke Polda Metro Jaya. Pramono menegaskan Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya terhadap penanganan persoalan tersebut.

Pramono berharap aparat penegak hukum mengambil tindakan setegas-tegasnya terhadap persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan kejadian seperti itu tidak boleh terjadi dalam dunia pendidikan.

“Maka Pemerintah DKI memberikan support sepenuhnya untuk diambil tindakan yang setegas-tegasnya untuk persoalan ini. Karena apapun di dunia pendidikan yang seperti ini tidak boleh terjadi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....