Piala Dunia Gerakkan Ekonomi Rakyat hingga Mimpi Anak Bangsa

  • 21 Jul 2026 19:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Spanyol berhasil memenangkan Piala Dunia FIFA 2026 dengan mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada final yang digelar Senin 20 Juli 2026.
  • Kemenangan ini merupakan gelar Piala Dunia kedua bagi Spanyol, sebelumnya mereka menjadi juara pada tahun 2010.
  • Argentina telah mengumpulkan tiga gelar juara Piala Dunia yakni pada tahun 1978, 1986 dan 2026, meskipun gagal menjadi juara di edisi 2026.

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) telah mendorong agar pemerintah memanfaatkan momentum Piala Dunia 2026 agar target pertumbuhan ekonomi tercapai . Pemerintah memproyeksikan target pertumbuhan ekonomi 5,7 persen pada triwulan II tahun 2026.

“Sebenanrya dari Kadin mengingatkan pemerintah karena pertumbuhan ekonomi positif 5, 61 persen tapia da momentum. Kuartal kedua, target 5 persen tapi tidak ada momentum, kita bisa manfaatkan untuk tingkatkan daya beli masyarakat yaitu Piala Dunia,” kata Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Jumat 17 Juli 2026.

Sarman mengatakan aktivitas nonton bareng yang digelar diberbagai daerah, telah menggerakan perekonomian masyarakat. Berbagai pelaku usaha mulai UMKM, penjualan makanan, minuman hingga jersey mendapatkan keuntungan dari kegiatan nobar.

Kemudian aktivitas nobar di perhotelan, restoran dan kafe juga telah meningkatkan transaksi ekonomi pelaku usaha. Termasuk TVRI sebagai pemegang hak siar untuk Piala Dunia 2026, juga mendapatkan pemasukan dari iklan.

“Anggota dewan juga gelar nobar di dapil masing-masing, ekonomi bergairah karena momentum nobar penyebarannya ke berbagai UMKM. Kemudian penjual makanana, minuman, snack dan saya lihat baju timnas banyak terjual,” ujarnya.

“Kita lihat nobar di berbagai fasilitas ritel seperti hotel, restoran dan kafe. Di sana terjadi transaksi ekonomi,” katanya.

Suasana Nonton Bareng Piala Dunia RRI 2026 yang digelar di Kedai Borneo, Terminal Seroja Sanggau, Selasa 7 Juni 2026 (Foto: RRI/Okto Ferandi)

Sarman menyebut ada potensi perputaran uang dari perhelatan Piala Dunia hingga Rp5 triliun. Peputaran uang dari pesta bola yang berlangsung selama 39 hari dengan 104 pertandingan.

“Ada komunitas juga yang melaksanakan nobar samoai penyedia jasa EO (Event Organizer) di daerah, kemudian penyewaan sound system. Banyak yang menikmati pagelaran tersebut, perputaran selama 39 hari dengan 104 pertandingan, hitungan kita minimal Rp5 triliun,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....