Babak Baru Blok Masela: Titik Balik dari Penantian Dua Dekade

  • 17 Jul 2026 14:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pembangunan Proyek Strategis Nasional Abadi Masela resmi dimulai Kamis, 16 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto bersyukur, pembangunan proyek Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku terlaksana, setelah tertahan selama 28 tahun lamanya.
  • CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda mengatakan, kesuksesan Blok Masela di masa mendatang, bagi INPEX, tidak diukur dari angka. Menurut Ueda, kebermanfaatan Masela bagi rakyat luas menjadi tolok ukur pas untuk kesuksesan.
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Blok Masela diprediksi menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja. Putra daerah Maluku mendapat prioritas untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.

Blok Masela diketahui berlokasi sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Blok Masela dikembangkan melalui skema Cost Recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd.

INPEX Masela adalah operator dengan saham mayoritas (65 persen), bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) (20 persen), selain itu juga ada Petronas (15 persen). Nilai investasi proyek ini mencapai USD 20,9 miliar.

Blok Masela dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD. Kemudian, Masela juga menghasilkan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Selama 28 tahun melalui proses pengembangan, setelah penandatanganan kontrak tahun 1998, akhirnya Blok Masela masuk tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) mencapai 79,56 persen.

Capaian itu melampaui target yang direncanakan, sementara berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan. Tahapan ini sesuai dengan jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....