Babak Baru Blok Masela: Titik Balik dari Penantian Dua Dekade
- 17 Jul 2026 14:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pembangunan Proyek Strategis Nasional Abadi Masela resmi dimulai Kamis, 16 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto bersyukur, pembangunan proyek Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku terlaksana, setelah tertahan selama 28 tahun lamanya.
- CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda mengatakan, kesuksesan Blok Masela di masa mendatang, bagi INPEX, tidak diukur dari angka. Menurut Ueda, kebermanfaatan Masela bagi rakyat luas menjadi tolok ukur pas untuk kesuksesan.
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Blok Masela diprediksi menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja. Putra daerah Maluku mendapat prioritas untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.
Skema Pengembangan Blok Masela
PELETAKAN batu pertama proyek gas alam cair abadi, Blok Masela telah dilaksanakan pada Kamis 16 Juli 2026. Presiden Prabowo Subianto telah meresmikannya secara daring dari Istana Negara.
Presiden bersyukur, pembangunan proyek Liquid Natural Gas (gas alam cair) Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku terlaksana. Apalagi, proyek tersebut tertahan selama 28 tahun lamanya.
Presiden menyatakan, proyek Blok Masela sangat penting untuk membantu ketahanan energi nasional. Kepala Negara juga meminta agar proyek Blok Masela dapat selesai secepatnya.
"Proyek Strategis Nasional Abadi Masela ini merupakan suatu proyek yang sungguh sangat penting. Proyek ini hampir tiga dekade, tiga dasawarsa kita tunggu," ujar Presiden dalam sambutannya, Kamis 16 Juli 2026.
Ditegaskan oleh Presiden, bahwa proyek pembangunan Blok Masela tidak boleh terhambat. "Alhamdulillah hari ini kita mulai pembangunan, dan pembangunan tidak boleh terhambat, harus selesai dalam waktu sesingkat-singkatnya," ujar Presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara Prsetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Blok Masela Bakal Menyerap Sekitar 12 Ribu Tenaga Kerja
Blok Masela diketahui berlokasi sekitar 170-180 km di sebelah barat daya Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Blok Masela dikembangkan melalui skema Cost Recovery PSC oleh INPEX Masela Ltd.
INPEX Masela adalah operator dengan saham mayoritas (65 persen), bermitra strategis dengan PT Pertamina (Persero) (20 persen), selain itu juga ada Petronas (15 persen). Nilai investasi proyek ini mencapai USD 20,9 miliar.
Blok Masela dirancang memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun (MTPA), menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD. Kemudian, Masela juga menghasilkan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari untuk mendukung kebutuhan energi nasional.
Selama 28 tahun melalui proses pengembangan, setelah penandatanganan kontrak tahun 1998, akhirnya Blok Masela masuk tahap konstruksi. Hingga awal Juli 2026, progres front end engineering design (FEED) mencapai 79,56 persen.
Capaian itu melampaui target yang direncanakan, sementara berbagai perizinan strategis dan penyelesaian desain fasilitas utama terus berjalan. Tahapan ini sesuai dengan jadwal menuju final investment decision (FID) pada akhir 2026.
Tolok Ukur Kesuksesan Blok Masela

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan Blok Masela diprediksi menyerap sekitar 12 ribu tenaga kerja. Putra daerah Maluku mendapat prioritas untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja.
Bahlil mengatakan penyerapan tenaga kerja secara keseluruhan bahkan bisa mencapai tiga kali lipat. Terlebih jika memperhitungkan tenaga kerja tidak langsung yang muncul dari aktivitas proyek.
"Proyek ini menciptakan lapangan kerja dengan penyerapan sekitar 12 ribu tenaga kerja langsung. Kalau tenaga kerja tidak langsung, itu bisa tiga kali lipat pada masa konstruksi," ujar Bahlil.
Saat Blok Masela mulai beroperasi, maka diprediksi akan mempekerjakan sekitar 800 hingga seribu orang tenaga kerja. Sehingga potensi tenaga kerja yang terserap akan sangat banyak.
Bahlil mengatakan, pemerintah bersama INPEX sebagai operator proyek telah membuat kesepakatan. Proses rekrutmen tenaga kerja akan mengutamakan masyarakat di wilayah terdampak langsung. Mereka-mereka khususnya warga Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya.
Dijelaskan Bahlil, sebagian anak-anak dari Tanimbar dan Maluku Barat Daya telah disiapkan sejak beberapa tahun lalu. Mereka mengikuti pendidikan di Akademi Minyak dan Gas (Akamigas) Cepu milik Kementerian ESDM.
"Anak-anak Tanimbar dan Kabupaten Maluku Barat Daya sudah dikirim untuk sekolah di Cepu, di Akademi Migas milik ESDM. Lulusan mereka yang sudah keluar 3-4 tahun lalu akan kita serap semuanya untuk bekerja di proyek Blok Masela," jelas Bahlil.
Bahlil meminta Inpex, Petronas, dan Pertamina mengutamakan tenaga kerja profesional dari wilayah setempat. Sebelum mereka merekrut pekerja dari daerah lain maupun luar negeri.
"Kalau sudah habis, baru ambil dari Jawa atau luar negeri. Jangan sampai anak-anak daerah di sini menganggap investasi masuk tidak memprioritaskan mereka," katanya.
Blok Masela, Harapan atas Kemendirian Energi Nasional

CEO INPEX Corporation, Takayuki Ueda mengatakan, kesuksesan Blok Masela di masa mendatang, bagi INPEX, tidak diukur dari angka. Menurut Ueda, kebermanfaatan Masela bagi rakyat luas menjadi tolok ukur pas untuk kesuksesan.
"Suksesnya proyek ini tidak hanya dilihat dari besaran angka, tapi dari kebermanfaatannya yang dirasakan oleh rakyat. Khususnya mereka yang tinggal di daerah Tanimbar," ujar Ueda.
Ueda mengatakan, INPEX berkomitmen mengembangkan Blok Masela tidak hanya secara ekonomi. Tapi kesuksesan yang juga menyentuh pada nilai budaya tanpa melupakan nilai kearifan lokal.
"Salah satu contoh adalah komitmen kami untuk memberikan dampak sosial secara terintegrasi yang dilakukan pemerintah Maluku. Kami perkuat kontribusi ke daerah melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan kemampuan dan kekuatan usaha lokal, dan program komunitas," kata Ueda.
Menurut Ueda, INPEX yakin dengan kelangsungan Blok Masela, salah satu lompatan milestone Indonesia di sektor energi. Bahkan, dengan Masela, Indonesia bukan hanya nanti akan independen di sektor energi, tapi juga menjadi suplier bagi negara-negara lain.

Dimulainya pembangunan Blok Masela membawa angin segar dan membuka cakrawala harapan atas kemandirian energi nasional. Presiden Prabowo Subianto bahkan mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi hingga proyek abadi Masela memasuki tahap pembangunan.
Presiden mengapresiasi sinergi seluruh pihak termasuk para investor dalam mewujudkan proyek strategis. Apalagi, proyek ini telah dipersiapkan sejak 28 tahun lalu.
"Kita hargai dari kawan-kawan kita dari Jepang yang investasi di sini dari Inpex. Kita juga berterima kasih saudara-saudara kita dari Malaysia, Petronas juga ikut di sini," ujar Presiden.
"Kita tentunya bangga, putri kita, perusahaan nasional kita Pertamina, ada di sini. Dan kita harus bahu-membahu bekerja sehingga proyek ini sukses dan proyek ini cepat produksi, dan cepat menghasilkan," kata Presiden.
Bagi Presiden, Indonesia memiliki modal penting berupa stabilitas dan hubungan kerja sama yang baik dengan berbagai negara. Hal ini dicapai di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.
Keberhasilan pembangunan proyek ini pun menjadi bukti. Kerja keras, persatuan, dan kolaborasi mampu mewujudkan proyek strategis yang dapat memberikan manfaat bagi bangsa.
"Hari ini kita berbesar hati, kita bangga. Alhamdulillah setelah puluhan tahun proyek ini berjalan," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....