B50 Diluncurkan, Seberapa Dekat Indonesia dengan Swasembada Energi?
- 11 Jul 2026 22:06 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Peluncuran Biodiesel B50 menandai tonggak baru perjalanan Indonesia menuju kemandirian energi dengan mengakhiri ketergantungan impor solar dan menjadikan Indonesia negara pertama di dunia yang menerapkan mandatori B50.
- Perjalanan panjang biodiesel Indonesia dari B2,5 pada 2008 hingga B50 pada 2026 menunjukkan konsistensi kebijakan lintas pemerintahan dalam membangun ketahanan dan kedaulatan energi nasional.
- Di tengah gejolak geopolitik dan ketidakpastian harga minyak dunia, B50 diposisikan pemerintah sebagai instrumen strategis untuk memperkuat ekonomi nasional, menghemat devisa, dan mempercepat swasembada energi.
Peluncuran B50 terjadi pada saat dunia sedang menghadapi ketidakpastian energi yang tinggi. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi harga minyak dunia terus menjadi tantangan bagi banyak negara.
Dalam beberapa tahun terakhir, harga minyak mentah dunia berulang kali bergejolak akibat berbagai konflik global. Setiap gejolak tersebut hampir selalu berdampak pada negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah memandang B50 sebagai salah satu instrumen penting. Menurutnya, Indonesia tidak bisa terus bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
"Jadi, di tengah ketidakpastian, terutama selain terkait dengan konflik geopolitik yang belum selesai. Baik di Ukraine maupun di Selat Hormuz, ditambah lagi ketidakpastian dengan teknologi disruption seperti artificial intelligence, Indonesia harus memperkuat fondasi ekonomi, terutama terkait dengan supply chain," kata Airlangga.
Menurut Airlangga, Presiden Prabowo sejak awal mengarahkan agar pemerintah memperkuat dua sektor strategis secara bersamaan. "Dan arahan Pak Presiden, kita perkuat dalam setiap ketidakpastian itu yang terkait dengan kedaulatan pangan dan kedaulatan energi," ujarnya.
Dalam konteks itulah B50 dipandang bukan sekadar program energi alternatif. Program tersebut juga menjadi instrumen perlindungan ekonomi nasional ketika harga minyak dunia mengalami lonjakan.
"Kemarin Bapak Presiden melaunch yang namanya B50 dan B50 itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri. Karena dengan B50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun," kata Airlangga.
Selain biodiesel, pemerintah juga tengah mendorong berbagai program transisi energi lain. Di antaranya pengembangan pembangkit listrik tenaga surya serta pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.
Bagi pemerintah, seluruh program tersebut merupakan bagian dari satu tujuan besar yang sama. Yakni mengurangi ketergantungan terhadap energi impor dan memperkuat kedaulatan energi nasional.
|
Selanjutnya,
Kritik dan Tantangan di Balik Ambisi Besar B50
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....