Kesepakatan Damai AS-Iran: Harapan Baru Stabilitas Timur Tengah dan Ekonomi Global
- 16 Jun 2026 13:08 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kesepakatan yang dimediasi Pakistan mencakup penghentian konflik, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta negosiasi lanjutan selama 60 hari mengenai program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi.
- Jalur pelayaran yang mengangkut sekitar 20 persen perdagangan minyak dan gas dunia itu akan dibuka kembali, meski proses normalisasi diperkirakan memerlukan waktu berbulan-bulan karena masih adanya operasi keamanan dan penyisiran ranjau.
- Kesepakatan ini mendorong penurunan harga minyak dan diharapkan dapat mengurangi tekanan inflasi, menstabilkan pasar energi dan pupuk dunia, meski para analis menilai risiko ketegangan baru masih tetap ada.
AMERIKA Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan damai yang diklaim dapat mengakhiri konflik terbaru di kawasan. Kesepakatan tersebut dicapai setelah berminggu-minggu ketegangan yang memicu kekhawatiran dunia akan pecahnya perang besar di Timur Tengah.
Iran dan Amerika Serikat mengklaim kesepakatan tentatif untuk mengakhiri perang sebagai sebuah kemenangan. Kesepakatan yang dimediasi terutama oleh Pakistan itu mengatur pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran.
Setelah itu, kedua negara akan memasuki masa negosiasi selama 60 hari terkait program nuklir Iran dan kemungkinan pencabutan sanksi. Perjanjian tersebut pada dasarnya mengembalikan situasi ke kondisi sebelum perang pecah pada 28 Februari.
Konflik tersebut telah menewaskan ribuan orang di Timur Tengah, memicu krisis energi global, dan mendorong kenaikan inflasi di Amerika Serikat. Masih belum jelas apakah kesepakatan itu mencakup program rudal Iran maupun dukungannya terhadap kelompok-kelompok sekutu di kawasan.
Dilansir dari PBS News, Selasa, 16 Juni 2026, situasi di Lebanon juga menjadi salah satu tantangan terbesar bagi keberhasilan perjanjian tersebut. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali setelah kesepakatan ditandatangani.
Trump menyebut perjanjian tersebut akan membawa perdamaian dan keamanan bagi kawasan. Upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada pekan ini.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan masa negosiasi selama 60 hari dapat diperpanjang apabila terdapat kemajuan dalam perundingan. Namun, belum diketahui apakah kedua pihak kini lebih dekat menuju penyelesaian dibandingkan sebelum perang dimulai.
|
Selanjutnya,
Jalan Panjang Menuju Kesepakatan
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....