Rupiah Melemah, Tahu dan Tempe Hadapi Tekanan Harga

  • 10 Jun 2026 05:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perajin tahu di Bogor, Ade, mengaku kenaikan harga kedelai menekan omzet dan meningkatkan kebutuhan modal usaha.
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pelemahan rupiah mulai menggerus keuntungan pelaku usaha tahu dan tempe.
  • Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan prioritas pemerintah adalah menjaga stabilitas pasokan kedelai impor.

Setelah kebijakan subsidi diputuskan, pemerintah kini mempersiapkan mekanisme penyaluran. Hal itu agar bantuan dapat tepat sasaran kepada pelaku usaha.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan penyusunan skema penyaluran subsidi akan dilakukan bersama. Penyaluran tersebut dilakukan dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan asosiasi pengusaha kedelai.

“Nanti kita rapat dulu dengan Kementerian Perdagangan, kemudian dengan Kementerian Keuangan, termasuk juga dengan nanti asosiasi pengusaha kedelai. Sehingga hasilnya itu maksimal,” ucap Ahmad.

Menurutnya, subsidi tidak akan disalurkan melalui mekanisme pasar umum. Pemerintah memilih menyalurkan bantuan langsung kepada perajin tahu dan tempe agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

“Jadi tidak dijual di pasar. Tapi dijual langsung ke perajinnya supaya harganya jadi lebih rendah,” ujar Ahmad.

Meski pemerintah telah menyiapkan subsidi dan menjamin pasokan impor, tantangan industri tahu dan tempe belum sepenuhnya selesai. Ketergantungan yang tinggi terhadap kedelai impor membuat sektor ini tetap rentan terhadap gejolak nilai tukar rupiah dan perubahan harga global.

Bagi perajin, stabilitas kurs menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Sementara bagi masyarakat, kestabilan harga tahu dan tempe diperlukan agar sumber protein murah tersebut tetap terjangkau di tengah tekanan ekonomi.

Kondisi ini menunjukkan persoalan tahu dan tempe tidak hanya berkaitan dengan harga pangan. Lebih dari itu, isu tersebut mencerminkan eratnya hubungan antara stabilitas nilai tukar, ketahanan pangan, dan daya tahan usaha kecil di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....