Pendapatan Ojol Kini Hanya Rp1,7 Juta, Risiko Kerja Tinggi

  • 28 Mei 2026 23:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Nasib pengemudi ojek daring (ojol) justru dinilai makin tertekan di tengah ekonomi digital yang terus melaju.
  • Pemerintah akan menurunkan potongan komisi aplikator kepada para pengemudi menjadi hanya 8 persen.
  • IDEAS mencatat pendapatan bersih pengemudi ojol pada 2025 turun drastis menjadi hanya sekitar Rp1,7 juta per bulan.

DI tengah pertumbuhan ekonomi digital yang terus melaju, nasib pengemudi ojek daring (ojol) justru dinilai makin tertekan. Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) mencatat pendapatan bersih pengemudi ojol pada 2025 turun drastis menjadi hanya sekitar Rp1,7 juta per bulan.

Angka tersebut merosot jauh dibandingkan tahun 2023 yang masih berada di kisaran Rp2,9 juta per bulan. Temuan itu disampaikan IDEAS dalam policy brief terbaru bertajuk Mengakhiri Kerja Tak Layak Ojek Daring.

Kajian tersebut disusun berdasarkan survei terhadap 1.018 pengemudi ojol di 67 kabupaten/kota pada Desember 2025. Atau, beberapa bulan sebelum terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Peneliti IDEAS Muhammad Anwar mengatakan perkembangan ekonomi digital belum sejalan dengan peningkatan kesejahteraan para pekerja. Khususnya, di sektor transportasi online ojol.

“Ekonomi digital berkembang pesat, tetapi kesejahteraan pekerjanya justru semakin rapuh. Banyak pengemudi ojol bekerja lebih lama dengan pendapatan yang terus menurun,” ujar Anwar dalam keteranganya, Kamis 28 Mei 2026.

IDEAS mencatat pendapatan kotor harian pengemudi turun dari Rp168 ribu per hari pada 2023 menjadi sekitar Rp126 ribu per hari pada 2025. Di saat yang sama, biaya operasional justru meningkat.

Pengeluaran harian pengemudi tercatat naik dari Rp53 ribu menjadi Rp58 ribu per hari atau setara 46 persen dari pendapatan kotor mereka.

Tekanan ekonomi itu membuat sebagian besar pengemudi harus bekerja lebih panjang demi memenuhi kebutuhan hidup.

Survei menunjukkan 51 persen responden bekerja antara 9 hingga 12 jam per hari. Bahkan, 55,5 persen pengemudi mengaku bekerja selama tujuh hari penuh tanpa hari libur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....