CNG Jadi Alternatif LPG, Solusi Energi Murah di tengah Ketergantungan Impor
- 07 Mei 2026 17:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah mengkaji penggunaan CNG sebagai alternatif LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat
- CNG dinilai lebih murah hingga sekitar 20–30 persen dibandingkan LPG berdasarkan hasil kajian
- Sumber bahan baku CNG melimpah di dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor
- Tantangan utama pengembangan CNG adalah keterbatasan infrastruktur distribusi dan teknologi
Kebutuhan LPG nasional terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk serta aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut secara optimal hingga saat ini.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut sekitar 75 hingga 80 persen kebutuhan LPG masih bergantung pada impor. Kondisi ini menjadi tantangan besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional secara berkelanjutan.

Ia menilai ketergantungan terhadap impor membuat Indonesia rentan terhadap gejolak harga dan kondisi global saat ini. “Untuk mendapatkan kepastian impor LPG itu memang ada, tapi kita tergantung pada global,” ujar Menteri Bahlil kepada wartawan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa 5 Mei 2026.
Pemerintah menilai kondisi tersebut menjadi alasan penting untuk mengembangkan energi alternatif berbasis sumber daya domestik. Dengan demikian, ketahanan energi nasional dapat diperkuat melalui diversifikasi sumber energi yang tersedia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....