Pekerjaan Rumah Kota Bekasi usai Insiden Kecelakaan Kereta Api
- 06 Mei 2026 09:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemkot Bekasi memiliki pekerjaan rumah usai insiden kecelakaan kereta api di wilayahnya.
- Pekerjaan rumah tersebut salah satunya membangun flyover yang harus dilakukan segera.
Perlintasan sebidang sendiri memang menjadi fokus dari pada PT KAI dan juga pemerintah pusat. Bahkan Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menginstruksikan agar masalah tersebut diatasi segera oleh jajaranya.
Presiden Prabowo menyebut bahwa ada sekitar 1.800 perlintasan kereta api sebidang di pulau Jawa yang rawan kecelakaan. Termasuk salah satunya tentu di Kota Bekasi.
Khusus untuk di Kota Bekasi, Prabowo akan menggelontorkan bantuan Presiden sebesar Rp200 miliar untuk menyelesaikan masalah tersebut. Yakni dengan melakukan pembangunan flyover.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto dalam sebuah wawancara sangat berharap bantuan tersebut. Bahkan perihal bantuan itu, ia sudah membahas dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono.
"Kemarin sudah dilakukan rapat bersama Menko Infrastruktur. Nanti kita tinggal lihat saja proses bantuan presiden, apakah kita dapat fisiknya atau anggarannya," katanya, Senin 4 Mei 2026.
Tri juga menjelaskan, sebelum Presiden Prabowo menawarkan bantuan tersebut, sejatinya Pemkot Bekasi memang akan membangun flyover. Pemkot Bekasi bersama-sama Pemprov Jawa Barat sepakat bergotong-royong membangun Flyover Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Dengan kehadiran flyover tersebut kata Tri, selain macet teratasi. Nantinya perlintasan sebidang tidak lagi diperlukan karena warga akan melintas langsung di flyover.
Saat ini kata Tri, perlintasan sebidang masih beroperasi yaitu di Ampera dan Bulak Kapal karena fly over belum berdiri. Pemkot Bekasi kata dia, tidak bisa serta merta menutup perlintasan tersebut karena akan mengganggu lalu lintas jalan raya.
"Nanti akan ditutup total setelah flyover rampung. Untuk sementara kita masih dibuka dan dijaga petugas karena untuk keperluan lalu lintas masyarakat," katanya.
Dan untuk mempercepat proses pembangunan Flyover Bulak Kapal, Pemkot Bekasi tengah mengejar penyelesaian proses pembebasan lahan. Ia menargetkan pembebasan lahan rampung akhir Mei 2026.
Menurutnya, untuk proses tersebut, Pemkot Bekasi harus mengeluarkan anggaran senilai Rp116 miliar. Yang itu diperuntukan untuk membebaskan lahan sekitar 1 hektar lebih.
Tri juga mengatakan, Flyover Bulak Kapal nantinya akan membentang mulai dari Jalan Joyo Martono hingga Lapas Bulak Kapal. Tri berjanji jika flyover telah beroperasi perlintasan sebidang akan ditutup total.
"Yang penting kewajiban kita untuk pembebasan lahan sedang kita kerjakan, kita targetkan rampung akhir bulan Mei. Anggaran sebesar Rp116 miliar untuk pembebasan lahan kurang lebih 1 hektar," katanya.
|
Selanjutnya,
Dua Perlintasan Sebidang Dijaga Ketat
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....