Harapan Indonesia Bawa Pulang Piala Thomas dan Uber 2026
- 20 Apr 2026 08:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kejuaraan Thomas dan Uber Cup 2026 digelar di Kota Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei 2026
- Tim putra Indonesia mencatatkan sebagai negara dengan peraih trofi Thomas terbanyak yakni 14 trofi
- Tim putri Indonesia tiga kali mengkat trofi Piala Uber dan prestasi tersebut lebih baik ketimbang Korea Selatan
- Indonesia terakhir kali membawa pulang Piala Thomas pada edisi 2020 di Denmark
Tim Thomas Indonesia berada digrup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. Diatas kertas Indonesia lebih diunggulkan namun tidak boleh menganggap remeh lawan terutama Prancis.
Prancis memiliki kekuatan merata baik di nomor tunggal maupun ganda. Prancis memiliki pemain muda berprestasi Alex Lanier, selanjutnya pasangan ganda yaitu Popov bersaudara tepatnya Christo/Toma Junior.
Toma dan Christo juga bermain rangkap di nomor tunggal. Adapun Thailand memiliki pemain tunggal peringkat dua dunia, Kunlavut Vitidsarn.
Adapun untuk sektor ganda, menjadi nomor yang paling lemah namun Thailand memiliki pemain pengalaman Dechapol Puavaranukroh kendati ia spesialis pemain ganda campuran.
Thailand tidak boleh dipandang remeh karena pertandingan beregu memiliki atmosfer dan tekanan yang berbeda dengan pertandingan individu. Kekompakan, solid dan strategi menjadi kunci kemenangan.
Mantan pemain ganda putra Indonesia, Luluk Hadiyanto menilai tim putra memiliki peluang memboyong Piala Thomas. Indonesia terakhir kali membawa pulang Piala Thomas pada tahun 2021, sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 19 tahun.
“Saya rasa ada kans untuk tim Thomas Indonesia membawa pulang Piala Thomas. Peluangnya menurut saya ada,” kata Luluk.
Luluk meminta Alwi dan kawan-kawan untuk fokus pada setiap pertandingan karena menurutnya pesaing Indonesia di kejuaraan beregu sangat kompetitif. Ia mencontohkan, Tiongkok yang merata di berbagai sektor seperti tunggal Shi Yu Qi, kemudian pasangan ganda Liang Wei Keng/Wang Chang.
Selanjutnya ganda ke-dua Tiongkok He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Luluk mengakui penampilan Liang/Wang pada turnamen individu mengalami penurunan namun tetap harus diwaspadai.
Kemudian Korea Selatan kendati hanya unggul di sektor ganda Kim Wong Ho/Seo Seung Jae yang merupakan pemegang peringkat satu dunia. Korea Selatan juga memiliki pasangan ganda kuat lainnya Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju yang merupakan finalis di Kejuaraan Asia 2026.

Adapun untuk tim Uber Indonesia, Luluk menilai target semifinal dari PBSI merupakan target yang realistis. Luluk mengatakan pemain dari Korea, Tiongkok dan Jepang memiliki prestasi yang lebih unggul dibandingkan tim putri Indonesia.
Tim Uber Indonesia didominasi oleh pemain muda yang minim pengalaman di kejuaraan beregu. Selain itu, persaingan di tim putri, lebih ketat dibandingkan tim putra.
“Saya rasa pencapaian di babak semifinal tentu menjadi target yang realistis bagi tim Uber Cup Indonesia. Kalau kita lihat dari pemain yang dibawa untuk tim putri, itu kan rata-rata pemain muda yang juga minim pengalaman,” ujar Luluk.
Tiongkok mengirimkan pemain full team dengan prestasi masuk sepuluh besar dunia. Di sektor tunggal putri, ada Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, dan Han Yue.
Kekuatan Tiongkok semakin kokoh di nomor ganda, dengan pasangan nomor satu mereka, Liu Sheng Shu/Tan Nin. Keduanya, meraih prestasi ciamik pada 2026 yaitu di Malaysia Open, India Open, dan All England Open.
Peraih medali emas Olimpiade 2024, Jia Yi Fan akan berpasangan dengan juniornya Shu Xian. Selanjutnya, yang tidak boleh diremehkan adalah pasangan ganda Li Yi Jing/Luo Xu Min.
Tim Korea Selatan masih mengandalkan pemain tunggal nomor satu dunia An Se-young. Sementara sektor ganda putri, pemain senior Lee So-hee dan Baek Ha-na akan menjadi tulang punggung tim gingseng tersebut.
Korea memiliki pemain unggulan lain Jeong Na-eun yang berpasangan dengan Kim Hye-jeong. Kemudian tunggal putri, Kim Ga-eun dan Sim Yu-jin kendati secara prestasi, tidak sementereng An Se-young.
Tim putri Korea Selatan merupakan juara Badminton Asia Team Championships 2026 usai mengalahkan Tiongkok 3-0. Begitupula tim Uber Jepang yang memiliki pemain yang merata dihampir semua sektor.
Tim Uber Indonesia berada grup C bersama Taiwan, Kanada dan Australia. Tunggal putri, Putri Kusuma Wardani mengatakan tetap mewaspadai tim lain di penyisihan grup.
“Menurut aku, persaingan digrup ketat ya, khusus di tunggal putri, pemain China Taipe dan Kanada bagus. Tapi kita tetap positif, aku yakin dan teman-teman bisa lanjut (Lolos penyisihan grup),” kata Putri KW.

Skuad tim Uber Indonesia yakni Siti Fadia Silva Ramadhanti yang berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/ Febi Setianingrum.
Selanjutnya sektor tunggal, Putri Kusuma Wardani ; Ester Nurumi Tri Wardoyo yang baru sembuh dari cedera. Dua nama lainnya, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.
|
Selanjutnya,
Tim Thomas Indonesia Mendominasi
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....