Harapan Indonesia Bawa Pulang Piala Thomas dan Uber 2026

  • 20 Apr 2026 08:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kejuaraan Thomas dan Uber Cup 2026 digelar di Kota Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei 2026
  • Tim putra Indonesia mencatatkan sebagai negara dengan peraih trofi Thomas terbanyak yakni 14 trofi
  • Tim putri Indonesia tiga kali mengkat trofi Piala Uber dan prestasi tersebut lebih baik ketimbang Korea Selatan
  • Indonesia terakhir kali membawa pulang Piala Thomas pada edisi 2020 di Denmark
Fajar Alfian dan Putri KW Jadi Kapten Thomas-Uber Cup 2026

INDONESIA menurunkan 20 pemain baik putra dan putri yang akan berlaga di kejuaraan beregu Thomas dan Uber Cup 2026. Thomas dan Uber Cup digelar di Kota Horsens, Denmark, 24 April hingga 3 Mei 2026.

Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis (PP PBSI) telah menggelar acara pelepasan tim pada Rabu, 15 April 2026. Ketua Umum PBSI Fadil Imran mengatakan pelepasan tim menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersaan antar atlet, pelatih dan pengurus.

"Pelepasan tim Piala Thomas dan Uber 2026 ini menjadi momentum penting, bukan hanya sebagai awal perjuangan, tetapi penguat kebersamaan. Kita percaya bahwa kekuatan tim tidak hanya dibangun dari latihan dan strategi, tetapi juga dari kepercayaan dan soliditas,” ujar Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran, Rabu 15 April 2026.

Fadil memasang target tim putra lolos ke partai final Piala Thomas 2026. Bahkan melangkah lebih jauh yakni merebut kembali Piala Thomas dari Tiongkok, diakui, secara peringkat, tim Thomas Indonesia dibawah Tiongkok.

“Kita berharap kita menang babak penyisihan dan masuk babak berikutnya, dan target kalau melihat hitungan dan rangking kita dibawah Cina. Mudah-mudahan di lapangan kita bisa final Thomas dan anak-anak membawa kebanggan buat Indonesia,” ujarnya.

Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran, memberikan sambutan pada pelepasan tim Thomas dan Uber Cup di Pelatnas PBSI Cipayung Jakarta, Rabu 15 April 2026. (Foto: Humas PBSI)

Adapun untuk tim putri, Fadil memberi target yang realistis yakni lolos ke babak semifinal Piala Uber 2026. Diakui, persaingan di sektor putri berat karena ada tim tangguh yakni Tiongkok dan Korea Selatan yang memiliki materi pemain lebih unggul.

“Saya selalu beri motivasi ke tim bahwa pertandingan individu berbeda dengan beregu, atmosfer berbeda. Kekompakan dan kebersamaan menjadi energi, kita berharap menempuh semifinal seperti kejuaraan Badminton Asia dua tahun lalu,” ujarnya.

Saatnya Pemain Muda Unjuk ‘Gigi’

Salah satu kunci keberhasilan dalam pertandingan beregu adalah kekompakan. Adapun upaya untuk menjaga kekompakan, PBSI memilih dua nama untuk menjadi kapten yaitu Fajar Alfian dan Putri Kusuma Wardani.

Pemain ganda Fajar mengatakan pemilihan kapten berdasarkan voting dari pemain. Fajar menyatakan kebanggaan karena dapat dipercaya oleh tim dan sesama pemain sebagai kapten.

“Divoting digrup Whastapp (WA), kemarin ramai voting, saya dan Jonatan Christie dan saya saya menang satu poin. Jadi kapten ini suatu kebanggan dipercaya tim dan teman-teman,” kata Fajar kepada wartawan di Pelatnas PBSI di Cipayung.

Fajar merupakan pemain paling senior dan berpengalaman karena telah mengikuti lima kali kejuaraan Thomas Cup. Fajar berharap, kehadirannya sebagai kapten tim, dapat memberikan suasana yang positif.

“Ini pertama kali jadi kapten, karena dua tahun lalu. Semoga pengalaman saya di Thomas yang kelima, bisa menambah semangat buat teman-teman dan bisa menularkan aura positif,” ujar Fajar.

Rasa bangga juga diungkapkan oleh tunggal putri, Putri KW. Putri mengatakan awalnya kapten terpilih adalah Siti Fadia yang merupakan pemain nomor ganda putri namun batal.

Selanjutnya posisi kapten disandang oleh Putri. Pertimbangannya, di tim putra, kapten berasal dari dari ganda sehingga tim putri harus dari nomor tunggal.

“Pasti kebanggaan buat aku ditunjuk sebagai kapten . Dipercaya tim dan teman-teman,” kata Putri.

Putri terus membangun ‘chemistry’ atau ikatan emosional yang kuat di tim. Putri KW mengatakan selama ini chemistry di putri sudah terbangun karena kerap berlatih dan berakvitas bersama.

Bagaimana Peluang Indonesia di Thomas dan Uber Cup 2026?

PBSI menurunkan skuad terbaik di Piala Thomas dan Uber, tidak hanya membawa pemain senior dan berpengalaman. PBSI juga berani membawa pemain muda seperti Alwi Farhan, Zaki Ubaidillah, pemain ganda yang tengah bersinar Raymond Indra/ Nikolaus Joaquin.

Pemain muda telah menunjukan kemampuan baik diturnamen individu maupun beregu salah satunya adalah pada Kejuaraan Beregu Asia (BATC) 2026 . Alwi dan kawan-kawan, mendapatkan medali perunggu usai dikalahkan Jepang yang kemudian menjadi juara BACT 2026.

Tim Thomas Indonesia sedang berfoto bersama. Ada empat pemain muda dalam tim yakni Zaki (Kiri depan), Alwi, selanjutnya Raymond (Kedua kanan di depan) dan Joaquin (Kanan depan)

Kondisi serupa juga di tim putri yang menyertakan pemain junior. Namun mereka sudah membuktikan layak untuk tampil di kejuaraan beregu seperti Uber Cup 2026.

Tim putri meraih medali perunggu pada BATC 2026. Pada turnamen tersebut, tim putri Indonesia gagal ke final dan takluk dari Korea Selatan dengan skor 1-3.

Fajar berharap dengan kombinasi pemain muda dan senior, akan menambah kekompakan di tim Thomas Indonesia. Ia berharap keberhasilan Indonesia memboyong Piala Thomas 2020 (Diselenggarakan 2021 karena Covid19) dapat terulang di tahun ini.

Mantan pemain ganda putra Indonesia, Luluk Hadiyanto mengatakan skuad yang diturunkan PBSI adalah yang terbaik dimiliki Indonesia. Luluk mengatakan keikutsertaan pemain muda sebagai momen untuk regenerasi.

“Ini memang yang terbaik yang dimiliki Indonesia. Tapi ini juga bagian dari regenerasi pemain tentunya,” kata Luluk, saat dihubungi RRI.CO.ID, Minggu 19 April 2026.

Tim Thomas Indonesia Mendominasi

Tim Thomas Indonesia berada digrup D bersama Thailand, Prancis, dan Aljazair. Diatas kertas Indonesia lebih diunggulkan namun tidak boleh menganggap remeh lawan terutama Prancis.

Prancis memiliki kekuatan merata baik di nomor tunggal maupun ganda. Prancis memiliki pemain muda berprestasi Alex Lanier, selanjutnya pasangan ganda yaitu Popov bersaudara tepatnya Christo/Toma Junior.

Toma dan Christo juga bermain rangkap di nomor tunggal. Adapun Thailand memiliki pemain tunggal peringkat dua dunia, Kunlavut Vitidsarn.

Adapun untuk sektor ganda, menjadi nomor yang paling lemah namun Thailand memiliki pemain pengalaman Dechapol Puavaranukroh kendati ia spesialis pemain ganda campuran.

Thailand tidak boleh dipandang remeh karena pertandingan beregu memiliki atmosfer dan tekanan yang berbeda dengan pertandingan individu. Kekompakan, solid dan strategi menjadi kunci kemenangan.

Mantan pemain ganda putra Indonesia, Luluk Hadiyanto menilai tim putra memiliki peluang memboyong Piala Thomas. Indonesia terakhir kali membawa pulang Piala Thomas pada tahun 2021, sekaligus mengakhiri puasa gelar selama 19 tahun.

“Saya rasa ada kans untuk tim Thomas Indonesia membawa pulang Piala Thomas. Peluangnya menurut saya ada,” kata Luluk.

Luluk meminta Alwi dan kawan-kawan untuk fokus pada setiap pertandingan karena menurutnya pesaing Indonesia di kejuaraan beregu sangat kompetitif. Ia mencontohkan, Tiongkok yang merata di berbagai sektor seperti tunggal Shi Yu Qi, kemudian pasangan ganda Liang Wei Keng/Wang Chang.

Selanjutnya ganda ke-dua Tiongkok He Ji Ting/Ren Xiang Yu. Luluk mengakui penampilan Liang/Wang pada turnamen individu mengalami penurunan namun tetap harus diwaspadai.

Kemudian Korea Selatan kendati hanya unggul di sektor ganda Kim Wong Ho/Seo Seung Jae yang merupakan pemegang peringkat satu dunia. Korea Selatan juga memiliki pasangan ganda kuat lainnya Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju yang merupakan finalis di Kejuaraan Asia 2026.

Legenda bulu tangkis Indonesia Luluk Hadiyanto. (Foto: PB Djarum)

Adapun untuk tim Uber Indonesia, Luluk menilai target semifinal dari PBSI merupakan target yang realistis. Luluk mengatakan pemain dari Korea, Tiongkok dan Jepang memiliki prestasi yang lebih unggul dibandingkan tim putri Indonesia.

Tim Uber Indonesia didominasi oleh pemain muda yang minim pengalaman di kejuaraan beregu. Selain itu, persaingan di tim putri, lebih ketat dibandingkan tim putra.

“Saya rasa pencapaian di babak semifinal tentu menjadi target yang realistis bagi tim Uber Cup Indonesia. Kalau kita lihat dari pemain yang dibawa untuk tim putri, itu kan rata-rata pemain muda yang juga minim pengalaman,” ujar Luluk.

Tiongkok mengirimkan pemain full team dengan prestasi masuk sepuluh besar dunia. Di sektor tunggal putri, ada Wang Zhi Yi, Chen Yu Fei, dan Han Yue.

Kekuatan Tiongkok semakin kokoh di nomor ganda, dengan pasangan nomor satu mereka, Liu Sheng Shu/Tan Nin. Keduanya, meraih prestasi ciamik pada 2026 yaitu di Malaysia Open, India Open, dan All England Open.

Peraih medali emas Olimpiade 2024, Jia Yi Fan akan berpasangan dengan juniornya Shu Xian. Selanjutnya, yang tidak boleh diremehkan adalah pasangan ganda Li Yi Jing/Luo Xu Min.

Tim Korea Selatan masih mengandalkan pemain tunggal nomor satu dunia An Se-young. Sementara sektor ganda putri, pemain senior Lee So-hee dan Baek Ha-na akan menjadi tulang punggung tim gingseng tersebut.

Korea memiliki pemain unggulan lain Jeong Na-eun yang berpasangan dengan Kim Hye-jeong. Kemudian tunggal putri, Kim Ga-eun dan Sim Yu-jin kendati secara prestasi, tidak sementereng An Se-young.

Tim putri Korea Selatan merupakan juara Badminton Asia Team Championships 2026 usai mengalahkan Tiongkok 3-0. Begitupula tim Uber Jepang yang memiliki pemain yang merata dihampir semua sektor.

Tim Uber Indonesia berada grup C bersama Taiwan, Kanada dan Australia. Tunggal putri, Putri Kusuma Wardani mengatakan tetap mewaspadai tim lain di penyisihan grup.

“Menurut aku, persaingan digrup ketat ya, khusus di tunggal putri, pemain China Taipe dan Kanada bagus. Tapi kita tetap positif, aku yakin dan teman-teman bisa lanjut (Lolos penyisihan grup),” kata Putri KW.

Tim Uber Putri Indonesia sedang berfoto bersama. (Foto: Humas PBSI).

Skuad tim Uber Indonesia yakni Siti Fadia Silva Ramadhanti yang berpasangan dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Pasangan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/ Febi Setianingrum.

Selanjutnya sektor tunggal, Putri Kusuma Wardani ; Ester Nurumi Tri Wardoyo yang baru sembuh dari cedera. Dua nama lainnya, yaitu Thalita Ramadhani Wiryawan, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi.

Pemain Indonesia Siap Berjuang Habis-habisan

Piala Thomas pertama kali dipertandingkan pada tahun 1949 yang digelar di Inggris dan diikuti oleh 10 negara. Kala itu, kejuaraan digelar setiap tiga tahun sekali namun sejak 1982, diubah menjadi dua tahun sekali.

Indonesia pertama kali ikut kejuaraan Piala Thomas pada edisi tahun 1958 dan langsung juara. Indonesia tercatat sebagai negara yang meraih gelar terbanyak yakni 14 trofi.

Indonesia terakhir juara pada gelaran edisi tahun 2020 di Denmark. Kejuaraan tersebut ditunda karena Covid19 mewabah dunia dan baru digelar pada tahun 2021.

Berikut daftar peraih gelar terbanyak Piala Thomas:

1. Indonesia (14 gelar): 1958, 1961, 1964, 1970, 1973, 1976, 1979, 1984, 1994, 1996, 1998, 2000, 2002, 2020

2. China (11 gelar): 1982, 1986, 1988, 1990, 2004, 2006, 2008, 2010, 2012, 2018, 2024

3. Malaysia (5 gelar): 1949, 1952, 1955, 1967, 1992

4. Jepang (1 gelar): 2014

5. Denmark (1 gelar): 2016

6. India (1 gelar): 2022

Lalu bagaimana dengan tim Uber Indonesia?. Tim putri Indonesia tercatat tiga kali mengangkat trofi Uber yakni tahun 1975, 1994 dan 1996.

Capaian tim putri Indonesia lebih baik ketimbang Korea yang hanya meraih dua gelar juara. Sementara Tiongkok mendominasi dengan 16 gelar juara dan Malaysia tidak pernah sekalipun juara.

Daftar peraih gelar terbanyak Piala Uber:

1. Tiongkok (16 gelar): 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1998, 2000, 2002, 2004, 2006, 2008, 2012, 2014, 2016, 2020, 2024

2. Jepang (6 gelar): 1966, 1969, 1972, 1978, 1981, 2018

3. Indonesia (3 gelar): 1975, 1994, 1996

4. Amerika Serikat (3 gelar): 1957, 1960, 1963

5. Korea Selatan (2 gelar): 2010, 2022

Tim Thomas dan Uber Indonesia langsung tancap gas di latihan perdana di Horsens, di Horsens Badminton Club, Sabtu 18 April 2026. Fajar Alfian dkk menghabiskan waktu kurang lebih empat jam di dalam lapangan.

Pemain melakukan aktivitas latihan ringan mulai dari pemanasan, ice breaking hingga variasi menu latihan individu dari pola bertahan, menyerang dan drilling. Kondisi pemain dalam keadaan prima dan siap untuk tampil habis-habisan di lapangan.

“Saya pengen ngasih yang terbaik buat tim Indonesia juga. Tidak sabar juga pengen debut di sana,” kata Moh Zaki Ubaidillah, seperti dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID, Minggu 19 April 2026.

Pemain tunggal putra Moh Zaki Ubaidillah dalam sesi latihan di Horsens Badminton Club, Denmark, Sabtu 18 April 2026. (Foto: Humas PBSI)

Adapun Pelatih Tunggal Putri Imam Tohari mengatakan disisa waktu jelang pertandingan, pihaknya akan memfokuskan pemain pada akurasi pukulan. Selain itu, akan dimaksimalkan akurasi pukulan.

"Pematangan pasti dari segi teknik dan akurasi pukulan, pemantapan di situ. Selain juga kita menjaga di faktor fisik, hari ini sampai mulai pertandingan," kata Imam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....