Gencatan Senjata AS-Iran, Tantangan menuju Perdamaian Jangka Panjang

  • 08 Apr 2026 18:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Pengumuman gencatan senjata memicu penurunan harga minyak mentah AS hingga 15 persen, sementara kontrak berjangka saham AS dan pasar global di Asia-Eropa melonjak.
  • Meskipun gencatan senjata mengurangi ketegangan, permasalahan mendasar seperti program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan keamanan regional masih membutuhkan dialog lebih mendalam.

Harga minyak mentah Amerika Serikat turun tajam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata perang dengan Iran. Minyak mentah AS diperdagangkan sekitar $95 (Rp1,6 juta) per barel, turun signifikan dari $117 (Rp1,9 juta) pada Selasa 7 April 2026.

Melansir dari NBC News, penurunan harga minyak ini mencapai lebih dari 15 persen, memicu lonjakan kontrak berjangka saham AS. S&P 500 futures naik lebih dari 2,7 persen, Dow futures melonjak lebih dari 1.100 poin atau 2,5 persen.

Sementara itu, Nasdaq 100 futures naik 3,5 persen, dan Russell 2000 futures naik 3,8 persen. Selain itu, harga gas alam, bensin grosir, dan minyak pemanas juga mengalami penurunan tajam.

Meskipun demikian, harga minyak AS tetap naik lebih dari 65 persen sejak awal tahun dan lebih dari 40 persen sejak perang dimulai pada 28 Februari. Menurut Neil Roberts, kepala Lloyd’s Market Association, gencatan senjata disambut baik dari perspektif asuransi maritim, meski risiko regional tetap tinggi.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Araghchi, menyatakan jalur aman melalui Selat Hormuz akan tersedia selama dua minggu. Namun, belum jelas apakah semua kapal dapat melintas atau apakah akan ada biaya tertentu.

Pemerintah AS menegaskan harga bensin kemungkinan akan turun cepat begitu Selat Hormuz dibuka kembali. Selain itu, imbal hasil Treasury AS turun setelah pengumuman gencatan senjata, sementara harga logam mulia naik signifikan.

Harga emas spot naik 2,5 persen dan perak naik 5 persen. Pasar Asia dan Eropa juga menunjukkan respons positif.

Nikkei 225 Jepang naik 5,5 persen, ASX 200 Australia naik 2,5 persen, dan Hang Seng Hong Kong naik 3 persen. Di Eropa, Stoxx 600 naik 3,8 persen, indeks saham utama Jerman dan Prancis melonjak lebih dari 4 persen.

Sementara itu, FTSE 100 Inggris naik 3 persen, dan FTSE MIB Italia naik 3,7 persen. Gencatan senjata ini memberikan optimisme sementara bagi pasar global, terutama sektor energi dan saham.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....