Gencatan Senjata AS-Iran, Tantangan menuju Perdamaian Jangka Panjang

  • 08 Apr 2026 18:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata bersyarat selama dua minggu, yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.
  • Pengumuman gencatan senjata memicu penurunan harga minyak mentah AS hingga 15 persen, sementara kontrak berjangka saham AS dan pasar global di Asia-Eropa melonjak.
  • Meskipun gencatan senjata mengurangi ketegangan, permasalahan mendasar seperti program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan keamanan regional masih membutuhkan dialog lebih mendalam.

Dunia menyambut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlaku selama dua minggu. Indonesia menjadi salah satu negara yang menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran.

“Tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara AS dan Iran. Perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya rupaya dari para pihak-pihak yang terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong de-eskalasi,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta, Rabu 8 April 2026 .

Sejumlah negara seperti Inggris, Jerman, dan Spanyol, serta pimpinan Uni Eropa mengapresiasi langkah tersebut sebagai “langkah penting mundur dari jurang konflik besar”. Mereka juga menyerukan agar proses diplomasi dilanjutkan untuk mencapai perdamaian jangka panjang.

Irak meminta kedua pihak mematuhi gencatan senjata dan menekankan pentingnya diplomasi. Mesir menyebut gencatan senjata sebagai peluang penting untuk membuka ruang dialog serta penghentian operasi militer.

Sementara itu, Oman memuji peran Pakistan dalam memediasi kesepakatan tersebut. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres turut mendesak semua pihak mematuhi ketentuan gencatan senjata.

Guterres menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional. Ia menekankan pentingnya menaati ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di Timur Tengah.

Guterres juga menyampaikan apresiasi terhadap mediasi yang dipimpin Pakistan, bersama dengan negara-negara lain yang memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata. Selain itu, ia menyerukan semua pihak untuk menghindari tindakan provokatif.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia menilai gencatan senjata sebagai langkah penting menuju stabilitas dan mendesak implementasi penuh. Australia berharap kesepakatan tersebut menghasilkan solusi jangka panjang dan menyoroti dampak konflik terhadap ekonomi global.

Dukungan juga disampaikan oleh Jerman yang memuji peran Pakistan dalam mediasi dan menyerukan diplomasi lanjutan guna mengakhiri perang secara permanen. Sementara itu, Ukraina menyambut gencatan senjata dan berharap ketegasan serupa digunakan untuk menghentikan konflik lain.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....