Film Indonesia Makin Mendunia, Kiprah di Kancah Internasional Kian Terbuka

  • 06 Apr 2026 14:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejumlah film Indonesia seperti Ghost in the Cell (Joko Anwar) dan Monster Pabrik Rambut (Edwin) sukses mencuri perhatian di Berlinale 2026, sementara Para Perasuk (Wregas Bhanuteja) tayang perdana di Sundance.
  • Keberhasilan ini didorong oleh pendekatan cerita yang mengangkat isu lokal secara jujur dan relevan, sehingga mampu menyentuh audiens global melalui platform seperti bioskop internasional maupun layanan streaming.

Di balik tren positif yang tengah berlangsung, film Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan untuk benar-benar bersaing di tingkat global. Sejumlah kendala ini menjadi faktor yang perlu dibenahi agar momentum yang ada tidak hanya bersifat sementara.

Salah satu tantangan utama terletak pada distribusi internasional yang masih terbatas. Tidak semua film yang berhasil masuk festival dapat dengan mudah menjangkau pasar global secara luas.

Selain itu, persoalan pendanaan juga menjadi hambatan, khususnya bagi sineas independen. Keterbatasan anggaran kerap memengaruhi kualitas produksi hingga strategi promosi film ke luar negeri.

Minimnya promosi dan strategi pemasaran internasional turut menjadi tantangan yang cukup krusial. Film Indonesia sering kali belum memiliki dukungan publikasi yang kuat untuk bersaing dengan negara lain yang lebih mapan.

“Memiliki film bagus aja gak cukup untuk bisa mengakses pasar global. Kita butuh jaringan, butuh sinergitas antara semua stakeholder, terutama filmmaker dan pemerintah sebagai pembuat keputusan,” kata Joko Anwar di Jakarta, Rabu 1 April 2026.

Dukungan pemerintah dinilai penting dalam membangun ekosistem industri. Termasuk dalam hal pendanaan yang transparan dan akses yang lebih merata bagi para sineas.

Di sisi lain, infrastruktur industri seperti pengarsipan dan pengelolaan film juga masih perlu diperkuat. Hal ini penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem perfilman sekaligus memperkuat identitas sinema nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penguatan ekosistem perfilman membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Ke depan, pemerintah berharap ekosistem perfilman nasional semakin kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....