Film Indonesia Makin Mendunia, Kiprah di Kancah Internasional Kian Terbuka
- 06 Apr 2026 14:02 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah film Indonesia seperti Ghost in the Cell (Joko Anwar) dan Monster Pabrik Rambut (Edwin) sukses mencuri perhatian di Berlinale 2026, sementara Para Perasuk (Wregas Bhanuteja) tayang perdana di Sundance.
- Keberhasilan ini didorong oleh pendekatan cerita yang mengangkat isu lokal secara jujur dan relevan, sehingga mampu menyentuh audiens global melalui platform seperti bioskop internasional maupun layanan streaming.
Sejumlah film Indonesia pada 2026 berhasil menorehkan prestasi dengan tampil di berbagai festival film internasional bergengsi. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa karya sineas Tanah Air semakin mendapat tempat di panggung global.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan peningkatan kualitas produksi, tetapi juga memperlihatkan keberagaman cerita yang diangkat. Dari horor, drama, hingga eksplorasi tema sosial, film Indonesia hadir dengan identitas yang semakin kuat.
Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar menjadi salah satu sorotan setelah sukses tayang di Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026. Antusiasme tinggi terlihat dari tiket pemutaran yang terjual habis, bahkan film ini kini dijadwalkan tayang di 86 negara.
Di Berlinale 2026, Ghost in the Cell diputar dalam program Forum yang dikenal berani secara bentuk dan visi sinematik. Film ini tayang empat kali pada 13-22 Februari 2026 selama festival berlangsung.
“Kami ingin bikin film yang benar-benar menghibur. Tapi ketika film selesai, akan ada pemikiran yang nempel di kepala mereka tentang situasi hidup di Indonesia,” kata Joko Anwar, Selasa 17 Februari 2026.
“Cerita di film ini sangat merefleksikan apa yang terjadi dengan dinamika yang ada di Indonesia. Namun, saat melihat respons penonton dari luar Indonesia di Berlinale, ternyata horor komedi satir ini juga bisa relate dengan mereka,” kata produser Ghost in the Cell, Tia Hasibuan.
Sementara itu, Para Perasuk karya Wregas Bhanuteja melakukan premiere di Sundance Film Festival 2026. Kehadiran film ini di Sundance menandai langkah penting sineas Indonesia dalam menjangkau pasar independen global yang dikenal kompetitif.
“Saya sangat bersyukur bahwa karya terbaru kami telah diterima dengan baik oleh penonton internasional, termasuk di Sundance, dan saya berharap karya ini nantinya akan mendapat sambutan serupa dari pemirsa Indonesia,” kata Wregas dalam keterangan resmi, Senin 26 Januari 2026.
Film Ikatan Darah karya Sidharta Tata juga mencuri perhatian setelah menjalani world premiere di Fantastic Fest Texas 2026. Film tersebut mendapat apresiasi dari penonton dan kritikus, terutama atas pendekatan cerita yang dinilai kuat.
“Mereka tepuk tangan, bahkan ada yang sampai berdiri, energinya luar biasa sekali di dalam studio. Ketika selesai, semua pada nyamperin saya, sangat tulus mengucapkan terima kasih sudah membuat film ini.” ucap produser Ikatan Darah, Ryan Santoso, di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.
Karya lain yang tak kalah mencuri perhatian adalah Monster Pabrik Rambut garapan Edwin yang berhasil lolos ke Berlinale 2026. Keikutsertaan film ini memperkuat posisi Indonesia dalam festival tersebut, sekaligus menunjukkan konsistensi sineas dalam menghadirkan karya berkualitas.
Film ini mendapat sambutan meriah dari hampir 2.000 penonton yang memenuhi lokasi pemutaran. Visual teror hantu hingga kematian para buruh pabrik rambut sukses mengguncang audiens.
Media Cineuropa turut memberikan ulasan positif terhadap film ini. “Ini seperti gaya Ken Loach namun dengan kesurupan iblis dan mata yang dicungkil,” tulis Cineuropa.
Selain itu, film The Hole karya Hanung Bramantyo melakukan world premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026. Partisipasi ini menjadi langkah strategis yang semakin memperluas jangkauan film Indonesia ke jaringan festival Internasional.
|
Selanjutnya,
Faktor Pendorong Meningkatnya Eksistensi Global
|
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....