Lapangan Kerja Tambak Udang Waingapu Terbuka, Penyiapan SDM jadi Tantangan

  • 03 Apr 2026 20:52 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Rencana pengembangan tambak udang di Waingapu, Sumba Timur sebagai kawasan perikanan budidaya berbasis ekspor.
  • Tambak udang pernah berjaya di Indonesia pada masa lalu, termasuk di wilayah seperti Dipasena.
  • Produksi udang menjadi komoditas ekspor unggulan sektor perikanan Indonesia.
  • Pengembangan tambak modern dinilai bisa meningkatkan produksi, ekspor, dan lapangan kerja.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) T.B. Haeru Rahayu mengatakan kawasan tambak dirancang sebagai kawasan budidaya terintegrasi. Kawasan ini menggabungkan budidaya, industri pendukung, dan pengolahan hasil perikanan.

“Kawasan ini dirancang terintegrasi dari hulu sampai hilir. Sehingga kegiatan budidaya dan industri bisa berjalan bersamaan,” ucapnya.

Kawasan tambak udang terintegrasi Waingapu memiliki luas kawasan sekitar 2.150 hektare. Sementara luas lahan yang akan dibangun sekitar 1.361 hektare.

Pembangunan kawasan tambak udang membutuhkan investasi sekitar Rp7,2 triliun. Pendanaan berasal dari pinjaman luar negeri dan rupiah pendamping pemerintah.

Tambak udang menggunakan sistem budidaya intensif dengan produktivitas tinggi. Produksi udang diproyeksikan mencapai sekitar 52.000 ton per tahun.

Produksi udang tersebut akan dipasarkan untuk ekspor dan kebutuhan domestik. Pasar ekspor utama udang diproyeksikan menuju Amerika Serikat dan China.

Pengembangan tambak udang skala besar bukan hal baru di Indonesia. Indonesia sebelumnya memiliki kawasan tambak udang terintegrasi di beberapa daerah.

Salah satu kawasan tambak udang terintegrasi yang pernah berkembang berada di kawasan Dipasena, Lampung. Kawasan tersebut berkembang sebagai kawasan budidaya udang skala besar sejak akhir 1980-an.

Kawasan tambak udang Dipasena melibatkan ribuan petambak dalam sistem budidaya udang. Kawasan tersebut pernah menjadi salah satu pusat produksi udang nasional.

Pengembangan kawasan tambak udang skala besar dilakukan untuk meningkatkan produksi udang nasional. Produksi udang menjadi salah satu komoditas ekspor perikanan Indonesia.

Pembangunan tambak udang terintegrasi di Waingapu menjadi bagian dari pengembangan kawasan budidaya udang nasional. Kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan produksi udang dan membuka lapangan kerja di daerah.

Selain membuka lapangan kerja, proyek tambak udang juga diproyeksikan berdampak pada ekonomi daerah. Dampak ekonomi terlihat dari peningkatan aktivitas ekonomi di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....