Lapangan Kerja Tambak Udang Waingapu Terbuka, Penyiapan SDM jadi Tantangan
- 03 Apr 2026 20:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Rencana pengembangan tambak udang di Waingapu, Sumba Timur sebagai kawasan perikanan budidaya berbasis ekspor.
- Tambak udang pernah berjaya di Indonesia pada masa lalu, termasuk di wilayah seperti Dipasena.
- Produksi udang menjadi komoditas ekspor unggulan sektor perikanan Indonesia.
- Pengembangan tambak modern dinilai bisa meningkatkan produksi, ekspor, dan lapangan kerja.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan I Nyoman Radiarta mengatakan penyiapan tenaga kerja menjadi bagian penting proyek ini. Menurutnya pembangunan tambak harus diikuti penyiapan sumber daya manusia.
“Kami tidak hanya membangperikanan. Tetapi juga menyiapkan sumber daya manusia untuk operasional tambak,” ucapnya di Jakarta, Rabu 1 April 2026.
Ia mengatakan tenaga kerja yang direkrut akan dibagi dalam beberapa level pekerjaan. Level pekerjaan dimulai dari manajerial hingga operator lapangan.
Tenaga kerja yang belum berpengalaman tidak langsung bekerja di tambak udang. Pemerintah menyiapkan pelatihan sebelum tenaga kerja mulai bekerja.
“Kami menyiapkan pelatihan melalui kelas khusus, praktik, dan magang. Hal itu dilakukan agar tenaga kerja siap bekerja,” ucapnya.
Pelatihan tenaga kerja berlangsung selama 12 hingga 16 bulan. Pelatihan dilakukan di satuan pendidikan dan balai pelatihan milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Sebelum pelatihan teknis, tenaga kerja akan mengikuti pelatihan Komponen Cadangan selama dua bulan. Pelatihan tersebut bertujuan melatih fisik, mental, dan kedisiplinan tenaga kerja.
Rekrutmen tenaga kerja untuk tambak udang mendapat perhatian besar dari masyarakat lokal. Jumlah pelamar bahkan melebihi kebutuhan tenaga kerja yang dibuka.
|
Selanjutnya,
Minat Masyarakat Bekerja di Tambak Cukup Besar
|
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....