Radio Siaran Harus Adaptif di Era Industri 6.0
- 04 Sep 2024 13:43 WIB
- Yogyakarta
KBRN, Yogyakarta: Pakar Ilmu Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta Edwi Arief Sosiawan tidak sependapat dengan orang-orang yang pesimis, terhadap masa depan radio siaran. Namun di era industri 6.0 ini, jangan hanya bicara tentang akses radio siaran melalui internet.
”Di era industri 6.0 internet sudah kuno,” kata Pakar Komunikasi UPN Veteran Yogyakarta Edwi Arief Sosiawan sebagai narasumber Dialog Khusus Hari Radio di Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara Ngotho Banguntapan Bantul, Rabu (4/9/2024).
Maka, pakar Ilmu Komunikasi UPN Veteran Edwi Arief Sosiawan berharap pengelola radio siaran di RRI, beradaptasi dengan Teknologi Imersif di era industri 6.0. Teknologi tersebut jauh lebih maju dari internet, karena mengaburkan batasan antara dunia nyata dan dunia maya.
Misalkan penerapan Teknologi Virtual Reality (VR), yang biasa digunakan dalam peralatan simulasi. Jika cara ini diterapkan, akan memudahkan Gen-Z melihat proses produksi berbagai konten informasi secara virtual. ”Bisa tidak sih pendengar diberi pengalaman melalui VR..?,”.
Cara lain yang harus dilakukan manajemen RRI untuk menggaet pendengar Gen-Z, dengan membuat konten siaran yang membangun dialog di ruang digital. Sehingga bisa membangkitkan rasa ingin tahu Gen-Z, terhadap berbagai isu dan persoalan yang sedang berkembang.
”Inilah tantangan yang dihadapi RRI, saya pikir tantangan itu selalu membuat kemajuan ya,” ucap Edwi.
Saat ini, manajemen LPP RRI sudah melakukan transformasi ke teknologi digital yang lebih kekinian, dan tujuannya untuk menyasar pendengar-pendengar muda. Perubahan pola konsumsi informasi, membuat RRI harus lentur mengikuti perkembangan jaman.
”Kita sudah menggunakan seluruh platform media, seperti live youtube, RRInet, live Instagram dan Facebook, termasuk portal berita online rri.co.id,” kata Kepala LPP RRI Yogyakarta Arlin Setyaningsih dalam Dialog Khusus Hari Radio. (ws/par)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....