Urai Beban Administrasi Guru, Yogyakarta Digital Sovereignty Diluncurkan
- 10 Jun 2026 05:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mendukung pendidikan di Indonesia khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai Kota Pendidikan yang unggul dan memudahkan proses administrasi guru sehingga bisa lebih fokus memberikan ilmu kepada para siswa, Pura Nusantara, Solana, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY menggelar workshop pelatihan Kecerdasan Buatan (AI) bagi ratusan tenaga pendidik.
Pelatihan ini sekaligus menandai lahirnya Yogyakarta Digital Sovereignty Initiative (YDSI), sebuah kerangka kolaborasi lintas sektor jangka panjang yang dirancang untuk mempersiapkan masyarakat Yogyakarta menghadapi era kecerdasan buatan dan teknologi baru secara produktif, bertanggung jawab, dan bermartabat.
CEO Pura Nusantara, Brian Tobing mengatakan, AI Teaching Power DIY — workshop AI untuk 200 tenaga pendidik Yogyakarta dengan programnya Microsoft Elevate ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pemanfaatan AI sebagai tools dalam memperkuat kurikulum dalam pendidikan. Menurutnya, dengan AI para guru akan semakin dimudahkan terutama dalam mempercepat proses pelaporan.
"Ini bukan AI yang mereplace kurikulum yang sekarang kita punya, tetapi untuk melancarkan sebagai sistem akselerasi," katanya, di Yogyakarta, Selasa, 9 Juni 2026.
Brian menyebutkan, kehadiran AI juga bukan untuk menggeser peran guru, tetapi untuk mengurai titik-titik yang bisa memperlambat proses pengajaran, seperti pada data management system yang terkesan memperlambat. Kolaborasi lintas sektor melalui YDSI ini, fokus membangun kerangka kerja (framework) taktis yang adaptif dan selaras dengan solusi kebudayaan masyarakat lokal..
"Ini enggak untuk nge-replace guru, enggak untuk nge-replace pekerjaan, tapi untuk mengakselerasi gimana guru-guru itu bisa tetap fokus dia enggak usah di administratif, tapi fokus di hatinya. That is murid, iya kan. Makanya ini sebenarnya untuk menolong hal itu, biar guru bisa fokus di yang paling inti adalah murid dan generasi ke depan kita," katanya, menjelaskan.

Respon positif mengalir dari para guru dari berbagai sekolah jenjang SMA/SMK di DIY. Salah satu guru dari SMA Negeri 1 Ngaglik, Sleman, Heri Widayat mengungkapkan, pelatihan yang diberikan sangat mendukung dan bermanfaat bagi guru.
"Pengenalan copilot termasuk fitur-fitur yang disediakan Microsoft untuk mendukung pendidikan Indonesia. Terutama ini pelatihan untuk guru-guru tingkat pendidikan dasar DIY, ini sangat mendukung guru sekali karena ternyata di sini ada fitur-fitur AI yang sangat sangat bermanfaat seperti ada reading progress, math progress di mana nanti mendukung guru dalam melaksanakan pengujian dan itu mempermudah kita sekali," ucapnya.
Guru Informatika ini juga menyebutkan, selama ini guru dituntut untuk pendidikan berdiferensiasi, sehingga salah satunya terkait nilai yang diberikan kepada para siswa tidak hanya dalam satu atau dua aspek tetapi dari semua aspek siswa memiliki penilaian. Dengan bantuan AI, guru semakin mudah dalam mengoreksi ataupun menilai.
"Terbantu sekali untuk untuk memberikan penugasan maupun pengolahan nilai-nilainya," ucapnya, mengungkapkan.
Hal senada diungkapkan Ari Nurraini dari SMA Negeri 8 Yogyakarta. Menurutnya workshop yang diberikan ini sangat menarik, karena mau tidak mau di tengah pesatnya teknologi saat ini, kecerdasan buatan semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
"Kita semakin mengenal beragam fungsi AI," ujarnya.
Guru Biologi ini menyebutkan, melalui pelatihan ini juga diharapkan semakin mengedukasi para guru terutama fungsi AI dalam memudahkan pekerjaan. Termasuk bisa mengedukasi kepada para siswa agar tidak tergantung dengan AI, karena sebagai tools tidak bisa menggantikan kreativitas yang masih bisa terus digali potensi-potensinya.
Di era di mana kecerdasan buatan dan teknologi baru mengubah cara manusia belajar, bekerja, berbisnis, dan berpartisipasi dalam ekonomi, tantangan terbesar bukan lagi soal akses teknologi, melainkan soal kesiapan manusianya. YDSI lahir dari keyakinan bahwa menjawab tantangan ini membutuhkan lebih dari satu aktor, membutuhkan pendidikan, industri, teknologi, pemerintah, dan komunitas yang bergerak bersama dalam satu kerangka yang terstruktur.
Yogyakarta dipilih bukan tanpa alasan. Sebagai kota pendidikan sekaligus kota budaya, Yogyakarta memiliki semua elemen yang dibutuhkan untuk menjadi model kesiapan digital nasional, dan dari Yogyakarta, narasi ini akan menjalar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....