Polisi Masih Usut Korban Siswi SD di Demak
- 16 Feb 2026 14:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta- Polisi masih mendalami kasus yang menimpa seorang siswi SD di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Siswi SD tersebut meninggal dunia usai mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
“Penyidik masih berjalan untuk memastikan secara pasti penyebab kematian korban. Tentu berdasarkan fakta hukum dan pemeriksaan yang sah nanti,” kata Kasi Humas Polres Demak, Iptu Said Nu’man Murod dalam perbincangan bersama RRI Pro3, Senin, 16 Februari 2026.
Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter forensik, tidak ditemukan tindak pidana lain atau luka-luka pada tubuh korban. Selain itu, korban meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
“Hasil keterangan dokter forensik menyampaikan hasil pemeriksaan medis kematian tersebut bunuh diri. Ini karena tidak ada saluran oksigen, tidak ditemukan tindak pidana lain dan tidak ada luka-luka,” ujarnya.
Ia membenarkan unggahan tangkapan layar percakapan Whatsapp bernada makian dari ibunya. Unggahan tersebut diposting oleh korban sebelum mengakhiri hidup.
Polisi belum meminta keterangan dari ibu korban karena kondisi psikologi yang belum stabil. Nantinya kepolisian akan menggali sisi psikologi dan sosial dari ibu korban.
“Terkait itu (unggahan), akan didalami lebih lanjut terhadap saksi termasuk ibu korban. Tapi ibu korban belum stabil dan kita hormati, kita dalami lebih lanjut terkait psikologi dan sosial,” ujarnya menjelaskan.
Said menerangkan peristiwa gantung diri terjadi pada Kamis, 12 Februari 2026 sore hari saat rumah dalam keadaan kosong. Berdasarkan rekamanan CCTV, ibu dan adik korban tiba di rumah pukul 18.00 WIB dan mendapati korban dalam posisi gantung diri.
Ibu korban histeris dan meminta pertolongan dari tetangga dan dilarikan ke Rumah Sakit Wongsonegoro, Semarang. Namun nyawa korban tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan.
“Laporan dari masyarakat atau tetangga korban pada malam hari pukul 21.30 WIB, petugas mendatangi lokasi mengamankan TKP. Dilanjutkan olah TKP, mengumpulkan barang bukti dengan dilakukan pemeriksaan awal keluarga, saksi, pihak sekolah dan visum,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....