Polda Jabar Perkuat Penyidikan Kasus Kematian Satpam Jatiluhur
- 29 Jul 2026 21:31 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kapolda Jabar menurunkan tim gabungan Polda Jawa Barat untuk membantu Polres Purwakarta mengusut tewasnya satpam di Waduk Jatiluhur.
- Polda Jabar mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi simpang siur dan menunggu hasil resmi penyelidikan kepolisian.
- Kementerian Sosial memberikan pendampingan awal kepada keluarga korban serta menyiapkan asesmen kebutuhan lanjutan melalui pekerja sosial.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto memberi penyelidikan khusus terhadap tewasnya seorang satpam di Waduk Jatiluhur, Purwakarta. Ia memastikan Polda Jawa Barat telah menurunkan tim gabungan untuk memperkuat penyelidikan bersama jajaran Polres Purwakarta.
Ia menjelaskan penyidik Polres Purwakarta telah melaksanakan gelar perkara sebagai bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Menurutnya, Polda Jawa Barat turut memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian penyelidikan berjalan profesional, objektif, dan menyeluruh bersama.
"Kasus ini sedang berproses dan kami telah menugaskan tim gabungan Polda Jawa Barat membantu penyelidikan bersama Polres Purwakarta. Seluruh tahapan penanganan dilakukan secara profesional agar fakta sebenarnya segera terungkap melalui proses penyelidikan yang sedang berjalan menyeluruh," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menegaskan penyelidikan masih berlangsung sehingga masyarakat diminta tetap bersabar menunggu hasil resmi dari aparat kepolisian yang berwenang. Pihaknya juga mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum dipastikan kebenarannya melalui proses penyelidikan secara resmi.
Kapolda berharap seluruh pihak mendukung proses pengungkapan perkara dengan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kepada masyarakat luas. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari munculnya kesalahpahaman yang berpotensi mengganggu jalannya proses penyelidikan dan penyidikan selanjutnya.
"Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan informasi simpang siur yang berpotensi menyesatkan publik serta menimbulkan kesalahpahaman luas. Berikan kesempatan kepada tim penyidik bekerja mengungkap fakta berdasarkan alat bukti yang diperoleh secara profesional dan objektif," ucapnya.
Sementara itu, Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi memberikan pendampingan kepada keluarga almarhum Sumarna setelah kejadian. Pendampingan dilakukan melalui kunjungan langsung pekerja sosial untuk memberikan dukungan awal sekaligus mengidentifikasi kebutuhan keluarga yang ditinggalkan.
Pekerja sosial bertemu istri almarhum, Siti Maryam, bersama kedua anaknya guna memperoleh gambaran kondisi keluarga pascakejadian. Pertemuan itu juga menjadi langkah awal penyusunan bentuk bantuan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan keluarga secara bertahap nantinya.
"Tim Kementerian Sosial telah mengunjungi rumah duka dan berdialog bersama keluarga untuk memberikan dukungan awal kepada mereka. Namun suasana duka masih sangat mendalam sehingga asesmen kebutuhan belum dapat dilakukan secara menyeluruh bersama seluruh anggota keluarga," ujarnya.
Kementerian Sosial memastikan pendampingan kepada keluarga korban terus dilanjutkan sesuai perkembangan hasil asesmen yang dilakukan oleh petugas lapangan. Pemerintah berharap layanan sosial tersebut dapat membantu meringankan beban keluarga sembari menunggu proses hukum berjalan hingga tuntas.
"Tim Kementerian Sosial sudah berkunjung ke rumah duka, berdialog dengan keluarga. Namun seperti kita ketahui masih dalam suasana duka, sehingga belum bisa dilakukan asesmen secara mendalam," kata Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....