KPK: Skor Integritas Kementerian ATR/BPN Turun Signifikan
- 21 Sep 2026 13:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Survei Penilaian Integritas (SPI) KPK menunjukkan skor integritas Kementerian ATR/BPN mengalami penurunan selama dua tahun terakhir.
- Hal ini sebenarnya sudah menjadi peringatan akan kondisi rawan korupsi.
RRI.CO.ID, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan skor integritas Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mengalami penurunan. Penilaian ini didasarkan pada Survei Penilaian Integritas (SPI) yang dilakukan KPK selama dua tahun terakhir.
Hasil SPI 2024 dan 2025 menunjukkan skor integritas Kementerian ATR/BPN tercatat masing-masing sebesar 75,88 dan 71,30. “Selama dua tahun terakhir, terjadi penurunan skor hingga 4,58 poin,” kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin 21 September 2026.
Menurut dia, penurunan signifikan terjadi pada komponen responden eksternal serta responden ahli. Skor indeks responden eksternal turun dari 84,93 pada 2024 menjadi 82,40 pada 2025.
Sedangkan skor responden eksper atau ahli turun 12,37 poin dari 76,26 pada 2024 menjadi 63,89 pada 2025. Penurunan juga terjadi pada dimensi transparansi dan keadilan layanan yang dinilai responden eksternal.
Skor pada dimensi tersebut turun dari 80,12 pada 2024 menjadi 77,10 pada 2025. Sementara itu, penilaian terhadap dimensi integritas pegawai menunjukkan fluktuasi dalam lima tahun terakhir.
Pada 2021 skor integritas pegawai tercatat 87,10 dan meningkat menjadi 89,58 pada 2022. Tahun berikutnya skor tersebut turun menjadi 87,63 tetapi kembali naik menjadi 90,02 pada 2024, sebelum turun menjadi 88,81 pada 2025.
Budi mengatakan dinamika skor SPI seharusnya menjadi sinyal yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian ATR/BPN. “Hasil SPI penting untuk ditempatkan sebagai early warning atau peringatan dini dalam upaya pencegahan korupsi,” ujarnya.
Menurut Budi, penurunan pada area tertentu perlu ditindaklanjuti dengan penguatan pengawasan dan perbaikan. “Ini bertujuan untuk menutup titik-titik rentan sedini mungkin agar tidak kemudian meluas,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....