Diintimidasi Usai Bongkar Tambang Ilegal, Alsiyus Lapor Polres Kubar

  • 10 Jul 2024 11:22 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Sejumlah warga diduga melakukan intimidasi terhadap masyarakat yang melaporkan kasus tambang ilegal ke Polres Kutai Barat. Intimidasi itu salah satunya dialami Alsiyus, warga Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.

Alsiyus mengatakan sempat ada informasi rumahnya akan diserang oleh orang-orang yang diduga penambang ilegal alias pelaku tambang koridor. Ancaman itu terjadi sehari setelah dirinya melaporkan tambang ilegal ke polisi dan menjadi viral di media sosial.

"Rumah saya katanya mau diserang sama orang koridor. Saat itu saya kebetulan di seberang Melak, sampai saya pulang ke sini ternyata tidak ada siapa-siapa," kata Alsiyus kepada RRI Sendawar, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA:

Kementerian LHK: Tambang Ilegal Intu Lingau Masuk Hutan Lindung

Dia menambahkan, saat tiba di rumah justru ada anggota polisi yang menjaga rumahnya.

"Saya sangat terganggu dengan intimidasi ini, oleh karena itu saya minta pihak keamanan jangan memberi ruang kepada pelaku tambang ilegal, segeralah bertindak. Jangan sampai mereka ini makin berani dan melakukan pengancaman serta intimidasi kepada kita," ucap aktivis yang getol bersuara di media sosial tersebut.

BACA JUGA:

Tambang Ilegal Rambah Hutan Lindung, Warga Kubar Lapor Polisi

Alsiyus menduga ada pihak yang mengkoordinir untuk menyerang balik pelapor dan media yang memberitakan tambang ilegal.

"Ada yang mengkoordinir dan menyuruh mereka datang ke rumah saya, katanya makan tidur saja di sana sehingga itu yang membuat saya tersinggung. Walaupun saya tersinggung, tapi saya tidak melakukan tindakan apa-apa dan saya melaporkan ke aparat kepolisian," ujarnya.

Intimidasi dan ancaman itu, lanjut Alsiyus, tidak membuat dirinya ciut, sebab apa yang dia suarakan mewakili kepentingan umum. Bahkan aparat kepolisian meminta Alsiyus segera melapor jika masih ada ancaman dan intimidasi.

"Memang sempat ada mereka mau demo karena saya protes masalah koridor ini, tetapi saya tidak peduli. Inilah sebagai pengabdian saya kepada masyarakat, bangsa dan negara," lugas dia.

BACA JUGA:

Jalan PT BOS dan PT PB Dipakai Penambang Ilegal, Alsiyus Lapor Polres Kubar

Alsiyus mengungkapkan bahwa dia memperjuangkan kepentingan masyarakat yang dirugikan dengan aktivitas tambang ilegal, karena kasus itu kian meresahkan masyarakat. Selain itu, dampak penambangan liar ini makin parah karena mereka menggunakan jalan umum untuk mengangkut batubara.

Kemudian laporannya seputar tambang ilegal justru menunjukkan kepeduliannya terhadap hajat hidup masyarakat yang mulai terganggu akibat kerusakan jalan, pencemaran lingkungan, dan kerugian negara.

"Saya tidak punya pangkat dan tidak punya wewenang, tapi saya melaporkan kalau terjadi kerusakan lingkungan, penggelapan pajak, dan lain sebagainya. Itu kewajiban saya sebagai warga negara, supaya masyarakat ini lebih aman," tutup Alsiyus.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....