Polda Metro: Kasus Begal Terbanyak di Wilayah Penyangga dan Jakbar

  • 23 Mei 2026 16:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda Metro Jaya mengungkapkan, kasus begal di wilayah DKI Jakarta paling banyak terjadi di kawasan penyangga serta Jakarta Barat.
  • Polisi menjelaskan bahwa persebaran kasus kriminal memiliki kaitan dengan teori kejahatan yang dikenal sebagai “teori balon”.
  • Iman menilai anggapan bahwa Jakarta Barat menjadi pusat maraknya aksi begal juga dipengaruhi oleh masifnya penyebaran informasi di media sosial dan berbagai platform digital.

RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa kasus begal di wilayah DKI Jakarta paling banyak terjadi di kawasan penyangga serta Jakarta Barat. Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imannuddin, menyebut, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi tingginya angka kejahatan tersebut.

Iman menjelaskan bahwa persebaran kasus kriminal memiliki kaitan dengan teori kejahatan yang dikenal sebagai “teori balon”. “Sebagaimana teori kejahatan, teori balon, jadi ketika dilakukan penegakan hukum di wilayah ini maka berpotensi berdampak pada wilayah di sekitarnya,” ujarnya, dikutip Sabtu 23 Mei 2026.

Iman menilai anggapan bahwa Jakarta Barat menjadi pusat maraknya aksi begal juga dipengaruhi oleh masifnya penyebaran informasi di media sosial dan berbagai platform digital. Menurutnya, kasus serupa juga terjadi di wilayah lain, namun tidak mendapat sorotan yang sama.

“Yang menarik adalah amplifikasi yang dilakukan di beberapa platform media sosial. Sehingga seolah-olah seluruh kejadian itu terjadi di wilayah Jakarta Barat,” katanya.

Selain faktor pemberitaan, Iman menyebut karakteristik demografi Jakarta Barat turut memengaruhi tingginya angka tindak pidana. Wilayah tersebut dinilai memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun pendidikan.

“Jakarta Barat cukup heterogen, baik dari strata sosial, ekonomi, maupun pendidikan dibanding wilayah Jakarta lainnya. Hal itu turut menjadi faktor yang memengaruhi meningkatnya tindak pidana yang terjadi,” katanya.

Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan Jakarta Selatan yang relatif mencatat lebih sedikit kasus begal. Menurut Iman, perbedaan karakter wilayah menjadi salah satu penyebabnya.

Jakarta Barat dinilai memiliki aktivitas masyarakat yang lebih dinamis dengan mobilitas warga yang tinggi. Sementara itu, sebagian kawasan Jakarta Selatan didominasi area permukiman, meski tetap memiliki sejumlah pusat bisnis dan aktivitas ekonomi.

“Nah sementara kalau kita bandingkan di Jakarta Selatan juga cukup banyak sentra bisnis dan tempat-tempat kegiatan masyarakat beraktivitas dalam hal berusaha. Ini berpengaruh juga,” kata Iman.

Polda Metro Jaya terus melakukan upaya penegakan hukum dan patroli untuk menekan angka kejahatan jalanan. Termasuk aksi begal yang meresahkan masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....