KontraS Minta Lembaga Negara Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
- 19 Mar 2026 12:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- KontraS Desak Negara Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
- Kontras menegaskan serangan air keras terhadap Andrie Yunus diduga upaya sistematis membungkam aktivis pengungkap fakta
- Polda Metro Jaya mengungkapkan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus
RRI.CO.ID, Jakarta : Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak seluruh lembaga negara mengusut tuntas kasus kekerasan penyiraman air keras yang menimpa aktivis Andrie Yunus secara serius. Hal ini disampaikan Kepala Divisi Pemantauan Impunitas KontraS, Jane Rosalina.
“Serangan terhadap Andrie bukan hanya menyerang dirinya, tetapi menimbulkan tekanan psikologis bagi masyarakat luas. Karena itu, kami minta seluruh lembaga negara untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Jane Rosalina dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu, 19 Maret 2026.
Jane menegaskan, serangan air keras terhadap Andrie Yunus diduga upaya sistematis membungkam aktivis pengungkap fakta. Hal ini menunjukkan intimidasi terhadap masyarakat sipil yang berani menantang impunitas, kekuasaan, dan memperjuangkan keadilan.
“Para pelaku mungkin berharap KontraS mundur setelah Andrie disiram air keras. Namun, sebaliknya, perlawanan justru semakin berlipat ganda,” ujarnya.
Ia menambahkan, luka dan trauma Andrie hadir sepenuhnya di hadapan publik, sementara pelaku utama tetap berada di luar jangkauan penglihatan. Karena itu, Jane menekankan bahwa kasus ini dapat dikategorikan sebagai kejahatan hak asasi manusia yang sistematis dan terorganisir.
“Perilaku ini menimbulkan teror, intimidasi, serta ketakutan bagi masyarakat yang kritis dan aktif mengawasi kekuasaan. Kasus ini harus diusut tuntas, agar pelaku bertanggung jawab, baik di lapangan maupun aktor intelektualnya,” ucapnya.
Sebelumnya Polda Metro Jaya mengungkapkan para pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Terdapat dua pelaku yang diungkap pihak kepolisian, di mana mereka diduga eksekutor dalam penyiraman air keras tersebut.
Para pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terdeteksi melalui rekaman CCTV, keterangan saksi, dan barang bukti. Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyebut dua pelaku teridentifikasi berinisial BAC serta MAK.
"Dari keterangan saksi dan barang bukti, kami analisis satu data Polri terkait jalur perlintasan pelaku. Saat ini kami menduga dua orang yang kami tunjukan tersebut berinisial BAC dan dua inisial MAK,” kata Iman Imanuddin.
Iman menunjukkan foto dua terduga pelaku penyiraman air keras yang terekam CCTV sepanjang jalur kejadian. Rekaman kamera pengawas memperlihatkan pergerakan pelaku hingga lokasi, membantu penyidik mengidentifikasi dan menindaklanjuti kasus secara cepat.
Disisi lain, Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI juga mengamankan empat orang yang diduga menjadi pelaku penyiraman air keras kepada Andrie Yunus. Empat orang itu berasal dari kesatuan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI yang berasal dari Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
Empat orang tersebut merupakan anggota TNI berinisial NDP (Kapten), SL (Lettu), BHW (Lettu), dan ES (Serda). Mereka saat ini ditahan di Pomdam Jaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....