Kisah Menarik Burung Kenari
- 02 Nov 2025 20:17 WIB
- Bukittinggi
KBRN, Bukittinggi: Burung Kenari memiliki nama latin yaitu Serinus Canaria merupakan jenis burung yang terkenal didunia. Termasuk dalam kategori finc (Burung Pipit) pemakan biji-bijian yang memiliki bentuk tubuh yang unik dan bulu yang berwarna warni sehingga menarik jika dilihat.
Burung Kenari juga memiliki suara kicau yang merdu dan khas sehingga sering diadakan lomba Burung Kenari di Indonesia.
Dari berbagai negara pengekspor Burung Kenari, Belanda merupakan pengekspor Burung Kenari yang menghasilkan berbagai jenis Burung Kenari yang saat ini cukup dikenal di Indonesia seperti Kenari Lanschaire, Kenari Yorkshire, Kenari Scoth Fancy, London Fancy dan beberapa jenis lainnya.
Dari beberapa jenis Kenari yang masuk ke Indonesia, jenis Kenari Yorkshire yang banyak diburu oleh kenari mania. Meskipun harganya saat ini masih cukup tinggi namun tetap saja jenis Yorkshire ini yang paling banyak dicari.
Menurut sejarah Burung Kenari pertama kali ditemukan oleh seorang pelaut Perancis Jean De Berthan Cout di Pulau Canary pada abad ke-15. Burung Kenari yang beraneka ragam adalah hasil dari perkembangan keturunan Kenari liar karena adanya proses persilangan yang menyebabkan munculnya berbagai jenis Burung Kenari saat ini.
Entah sejak kapan Burung Kenari ini masuk ke Indonesia, sebelum perang dunia II terjadi, burung ini sudah banyak dikenal di Indonesia yang diduga diperkenalkan oleh orang Belanda. Hingga pada tahun 1949 mulai masuk burung-burung impor ke Jakarta, Bandung dan Surabaya. Namun pada saat itu untuk makanannya masih menggunakan resep makanan kolonial.
Setelah pada tahun 1952 di Semarang sudah mulai ada peternak Burung Kenari, hanya membutuhkan waktu 5 tahun saja Burung Kenari diwilayah itu. Jenis pakan yang diberikan juga sudah mulai dikombinasikan dengan jenis pakan seperti berupa biji lobak, biji sawi dan jewawut, setelah diterapkan ternyata tidak mempengaruhi kesehatannya.
Burung Kenari karena pemeliharaannya yang cukup mudah menambah keinginan para pencinta burung untuk memeliharanya. Namun saat ini bukan hanya para penghobi saja melainkan para peternak dengan tujuan untuk mencari keuntungan.
Hingga pada tahun 1956 Burung Kenari mulai menyebar di Yogyakarta, yang diperkenalkan oleh pedagang yang cukup terkenal yang menyediakan tidak hanya usia dewasa saja melainkan usia piyik yang masih berumur 15 hari.
Apabila dibandingkan dengan kota Bandung dan Jakarta tidak sepesat di Semarang dan Yogyakarta kemajuannya. Di Semarang jumlah peternak Burung Kenari dapat mencapai produksi yang cukup besar dan hanya diternak oleh kalangan tertentu saja.
Di daerah Jakarta banyak yang menernak Burung Kenari namun karena padatnya kota, akhirnya di Jakarta Burung Kenari dianggap biasa saja. Begitu juga di Kota Bandung yang ketinggalan padahal kota ini pelopor yang mendatangkan Burung Kenari import. (SW/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....