Apa Bedanya Dance Sport dan Belly Dance?

  • 18 Sep 2025 22:22 WIB
  •  Denpasar

KBRN, Denpasar: Tarian adalah salah satu cara mengekspresikan diri, menjaga kebugaran tubuh, dan juga mengenal budaya. Dari sekian banyak jenis tari, dua yang cukup populer saat ini adalah dance sport dan belly dance. Sekilas memang terlihat mirip karena sama-sama menonjolkan gerakan tubuh, tapi sebenarnya keduanya punya tujuan, teknik, dan latar belakang yang berbeda.

Dance sport adalah tarian yang dilakukan dalam bentuk kompetisi, biasanya berpasangan. Gerakannya diambil dari ballroom dance seperti waltz, cha-cha, rumba, dan lainnya. Tarian ini sangat terstruktur karena harus mengikuti aturan dan teknik tertentu. Bahkan, dance sport sudah diakui oleh Komite Olimpiade Internasional sebagai cabang olahraga resmi. Seperti yang diberitakan oleh metrotvnews.com, pengakuan ini diberikan karena dance sport menuntut kekuatan fisik, ketahanan tubuh, dan teknik gerakan yang tinggi.

Sementara itu, belly dance adalah tarian yang berasal dari budaya Timur Tengah. Tarian ini lebih menekankan pada gerakan perut, pinggul, dan dada. Tidak seperti dance sport, belly dance biasanya dilakukan secara individu dan lebih bebas, tanpa aturan koreografi yang kaku. Belly dance sering ditampilkan dalam acara budaya atau pertunjukan seni, bukan sebagai ajang perlombaan.

Perbedaan besar antara keduanya terletak pada struktur dan tujuan. Dance sport sangat terikat dengan aturan kompetisi. Ada sistem penilaian yang jelas, dan biasanya penari dipersiapkan untuk tampil dalam ajang resmi seperti kejuaraan atau Porprov (Pekan Olahraga Provinsi). Bahkan sekarang, dance sport tidak hanya dilakukan secara berpasangan, tapi juga bisa ditampilkan secara solo.

Sedangkan, belly dance tidak menargetkan kompetisi. Tujuannya lebih ke arah ekspresi seni dan hiburan. Gerakannya fokus pada isolasi tubuh dan ekspresi individu, sehingga lebih fleksibel dan personal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....