Mendapat Ketenangan Hati Lewat Buku Filosofi Teras
- 07 Agt 2024 14:00 WIB
- Sorong
KBRN, Sorong: Di era yang serba bebas berkomentar ini membuat para generasi sekarang merasa mudah cemas, tersinggung, dan marah atau bahkan sering disebut dengan baperan. Hal ini terjadi baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Alasan mengapa generasi sekarang ini mudah terbawa emosi negatif adalah kurangnya rasa untuk menahan diri.
Ada sebuah buku populer yang bisa membantu para generasi sekarang untuk menuntaskan masalah emosi negatifnya yakni buku yang berjudul Filosofi Teras. Filosofi teras karya Henry Manampiring adalah buku yang laris manis khususnya bagi anak muda. Buku ini terbit pertama kali pada tahun 2028 oleh PT Kompas Media Nusantara. Buku ini ditulis oleh Henry saat dirinya didiagnosis major depressive disorder ditahun 2017.
Ketika ia menjalani proses penyembuhan dirinya membaca sebuah buku tentang filsafat stoa yang berjudul How to be Stoic karya Massimo Piglucci. Selama membaca buku itu, Henry merasa tenang dan menemukan terapi untuk depresinya tanpa harus melalui obat. Melalui buku itu, Henry kemudian membuat sebuah buku berjudul Filosofi Teras dengan harapan dapat memberikan ketenangan bagi pembacanya. Terutama bagi pembaca yang mengalami hal yang sama dengan dirinya.
Ajaran filsafat stoa yang dijelaskan pada buku Filosofi Teras ini mengajarkan pembacanya untuk menerapkan hidup tenang dan terhindar dari emosi negatif. Salah satu poin yang dijelaskan dalam buku ini adalah persoalan untuk menahan diri. Dengan membaca buku ini diharapkan pembaca dapat mengurangi emosi negatif dengan menahan diri. Pembaca diharapkan bisa berpikir sesuai dengan kendalinya agar bisa memperoleh kebahagiaan.
Melalui buku filosofi teras pembaca disadarkan bahwa dalam berkehidupan ada kalanya kita merasa kesal dan banyak hal yang menyebalkan dalam dunia ini. Terlebih saat ini media sosial menjadi wadah terapik bagi seseorang untuk berkomentar tak terkecuali berkomentar negatif yang menyakiti orang lain. Namun melalui buku ini pembaca diingatkan bahwa perasaan negatif yang muncul akibat orang lain itu adalah kesalahan kita sendiri. Karena pada dasarnya manusia seharusnya bisa mengendalikan pikiran dan menahan diri.
Meskipun filosofi teras ini adalah buku yang bertema filsafat namun gaya bahasa yang disampaikan terkesan ringan untuk dibaca. Penulis berhasil membuat gaya bahasa yang santai sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Di dalam buku ini juga ada ilustrasi yang ditampilkan dengan sumber data yang valid mulai dari psikolog, survey, bahkan wawancara. Buku ini juga menggambarkan banyak peristiwa yang sering dialami oleh generasi saat ini yang berkaitan dengan mental health. Buku ini sangat cocok direkomendasikan khususnya untuk generasi milenial dan generasi Z yang sering merasa cemas agar terciptanya mental tangguh di masa kini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....