Wayang Orang Betawi Hadir Kembali di Museum Wayang

  • 15 Nov 2022 09:56 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Setelah vakum selama tiga tahun, akhirnya Unit Pengelolaan Museum Seni bersama Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI) DKI Jakarta kembali menggelar Wayang Orang Betawi. Acara ini diselenggarakan di Museum Wayang Jakarta, pada Minggu (13/11/2022). Dengan menampilkan dalang asli Betawi, Ki Sukarlana, pementasan wayang orang kali ini mengangkat cerita mengenai Dewa Nur Cahya.

Pentas Wayang Orang Betawi ini merupakan hasil evolusi dari Wayang Orang Betawi tahun 70-80an yang sempat redup eksistensinya. Sebelumya, wayang orang Betawi juga dikenal sebagai pertunjukan Opera Betawi.

"Wayang Orang Betawi yang saat ini ditampilkan, dulu namanya Opera Betawi, berbeda dengan Wayang Orang Betawi tahun 70-80 an. Karena dulu semua pemain menggunakan topeng dan yang berbicara dalangnya, pemain hanya menggerakkan badannya saja. Sekarang topengnya tidak full dan hanya sebatas hidung, dan pemain mengucapkan dialognya sendiri," ucap Sumardi selaku Ketua Bidang Pagelaran Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) DKI Jakarta.

Menurut Ki Sukarlana, sempat hilangnya eksistensi Wayang Orang Betawi dikarenakan menurunnya minat masyarakat terhadap pagelaran wayang tersebut. Namun dengan adanya beberapa evolusi, Wayang Orang Betawi kembali digandrungi berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja dan orang dewasa di wilayah Jabodetabek, bahkan warga dari negara tetangga, Malaysia, juga turut hadir menyaksikan.

"Dulu kan yang berdialog hanya dalangnya saja, jadi kemungkinan besar penonton yang menonton cepat bosan," ucap Ki Sukarlana.

Pentas wayang orang Betawi itu pun mendapatkan apresiasi dari para penonton yang memenuhi arena pentas. Mereka cukup antusias, serta larut dalam cerita wayang. Pentas tersebut sesekali diwarnai gelak tawa penonton, karena penampilan wayang yang menggundang tawa. Bahkan harga tiket masuk cukup murah, yakni Rp 3.000,- per orang.

"Sebelumnya belum pernah tahu Wayang Orang Betawi, tapi melihat pamflet besar di depan museum jadi penasaran dengan pagelarannya dan cerita yang ditampilkan. Ini pentasnya 2 jam tapi rasanya cepet dan lucu wayangnya," ucap Ria, salah seorang penonton.

Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang Sari Permana menuturkan, terselenggaranya pagelaran wayang merupakan salah satu cara museum untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian wayang. Selain itu, pagelaran ini juga sekaligus untuk melestarikan kesenian agar tidak punah.

“Karena dalam wayang selalu mengisyaratkan kebajikan yang dapat diaplikasikan di kehidupan kita sehari hari,” katanya.

(Ciptati Handayani/ Wulan Novita UPI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....