Keren, Ada Objek Wisata di Lapas Nunukan
- 01 Jan 2024 14:08 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Berada di lingkungan lembaga pemasyarakatan tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk mengunjungi objek wisata SAE Lanuka (Sarana Asimilasi dan Edukasi, Lapas Nunukan). Ya, objek wisata yang satu ini kini menjadi primadona masyarakat Nunukan saat akhir pekan atau libur panjang, seperti yang terjadi pada libur Natal dan Tahun Baru 2024.
Lapas yang dikenal sebagai tempat yang menakutkan, kini menarik untuk dikunjungi. Bagaimana tidak, di balik tembok warga binaan Lapas Nunukan berada, terdapat objek wisata SAE Lanuka yang begitu menarik. Seperti namanya, SAE Lanuka ini sendiri mengembangkan berbagai sektor yang bisa dijadikan tempat wisata, tidak hanya Tugu Mandau, tetapi juga pertanian, perkebunan dan peternakan.
SAE Lanuka memiliki peternakan ayam boyler, kemudian di sektor perkebunan terdapat kebun aren. Sementara di sektor pertanian memiliki sayuran berbagai jenis serta di sektor pariwisata ada bangunan replika tugu mandau setinggi 12 kilometer yang berdiri kokoh di puncak SAE Lanuka ini.
Saat pengunjung tiba di Tugu Mandau, mereka dapat mengabadikannya dengan pemandangan laut Nunukan dan Sebatik yang terlihat dari atas ketinggian tempat Tugu Mandau berada. Mandau ini merupakan ikon Suku Dayak, Kalimantan, mengingat mandau ini sendiri merupakan senjata yang digunakan oleh masyarakat Dayak, saat melawan musuh atau saat berburu di hutan. Salah seorang warga, Junaeda (48) tahun mengaku tidak bosan mengunjungi tempat ini, karena senang berfoto di beberapa tempat yang ada di SAE Lanuka.
“Siap-siap dari jam 6 pagi, ini sudah kami rencanakan dengan tetangga dari semalam, padahal kami tidur jam 2 malam, tapi tetap harus ke sini untuk foto-foto karena suka aja, foto awal tahun baru kan”, ucapnya, Senin (01/0/2023).
Menurut Junaeda, meskipun cuaca panas, suasana di SAE Lanuka tetap sejuk karena banyak pepohonan yang rindang.
“Di sini kan banyak sudah pohon tinggi-tinggi, jadi tetap dingin biar terik begini, ini kami bawa bekal, mau makan siang di sini, habis itu foto-foto baru pulang”, tambahnya.
Awalnya SAE Lanuka ini dikembangkan untuk pembinaan warga binaan pemasyarakatan sesuai dengan kompetensi masing-masing. Namun dalam perkembangannya, juga terdapat peluang di sektor pariwisata, sehingga terus dikembangkan dan akhirnya menjadi daya tarik masyarakat.
Melihat antusias yang begitu, tinggi, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II/B Nunukan, Puang Dirham saat ditemui di SAE Lanuka mengatakan, pihaknya akan teerus meningkatkan sarana dan prasarana di SAE Lanuka ini untuk menarik minta masyarakat berkunjung di tempat ini.
“Tentu ini adalah hal yang harus kita kembangkan, karena sangat berpotensi. Tetap pada tujuannya, mengembangkan pertanian, perkebunan, perikanan dan spot-spot foto untuk menghibur masyarakat, tapi di situ ada nilai-nilai edukasi dan tetap mempertahankan sebagai sarana asimilasi dan edukasi”, katanya.
“Karena ini bertepatan dengan momentum liburan tahun baru, maka kami juga berusaha untuk memastikan untuk keamanan dan ketertibannya”, lanjutnya.
Setiap pengunjung dikenakan tarif sebesar lima ribu rupiah per orang, berlaku untuk semua usia. Penghasilan dari biaya masuk ini akan menjadi penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
“Jadi itu sudah ada aturannya dan besarannya pun hanya segitu, tidak boleh ditambah dan tidak boleh dikurangi. Itu pun kita setor ke negara, bukan digunakan untuk operasional SAE Lanuka, karena oeprasionalnya dari hasil perkebunan, pertanian dan peternakan yang kita kembangkan”, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....