Tari Guel, Tarian Pada Upacara Adat Gayo
- 08 Agt 2023 18:44 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Tari Guel adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari budaya masyarakat Gayo di Aceh. Tarian ini cenderung berbeda dengan tarian-tarian tradisional Aceh kebanyakan, terutama dari segi geraknya. Tari Guel memiliki gerakan yang sangat khas dan penuh makna, bahkan terkesan bernuansa magis. Sehingga tak jarang membuat para penonton seakan terhipnotis dan terbawa suasana saat menyaksikannya. Tarian guel merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Aceh, khususnya di kalangan masyarakat Gayo. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di acara-acara adat maupun budaya yang diselenggarakan di sana.
Fungsi Dan Makna Tari Guel
Tari Guel awalnya lebih difungsikan sebagai bagian dari upacara adat tertentu di kalangan masyarakat Gayo, baik secara ritual adat maupun perayaan adat. Tarian ini kemudian juga mulai berkembang menjadi sebuah tarian pertunjukan, sebagai wujud pelestarian budaya. Bagi masyarakat Gayo, Tari Guel tidak hanya sekedar tarian biasa, tarian ini memiliki nilai-nilai dan filosofi yang mewakili budaya mereka. Sehingga setiap babak dan gerakan dalam tarian ini mengandung pesan dan nilai-nilai khusus di dalamnya.
Pertunjukan Tari Guel
Dalam pertunjukannya, Tari Guel biasanya ditampilkan oleh sekelompok para penari pria dan penari wanita. Untuk jumlah penari Tari Guel biasanya terdiri dari 8 penari wanita dan 2 penari pria. Musik pengiring Tari Guel ini biasanya terdiri dari canang, gong, gegedem, dan menong.
Yang menarik di sini, gerakan penari pria dan penari wanita cenderung berbeda. Gerakan penari pria lebih bervariatif dan mendominasi, sehingga tak lepas dari perhatian para penonton yang menyaksikannya. Gerakan dasar tarian guel terdiri dari salam semah (munatap), kepur nunguk, sining lintah, semer kaleng (sengker kalang) dan dah-papan. Pertunjukan Tari Guel biasanya terdiri dari empat babak baku, dan setiap babak tersebut tentu memiliki gerakan yang berbeda-beda. Babak tersebut diantaranya adalah babak mu natap, babak dep, babak ketibung, dan babak cincang nangka.
Kostum Tari Guel
Kostum yang digunakan dalam pertunjukan Tari Guel ini biasanya adalah busana tradisional khas Gayo yang disebut dengan baju kerawang. Selain itu salah satu ciri khas dari kostum Tari Guel ini adalah kain opoh ulen-ulen yang dikenakan di punggung penari pria, dan digunakan sebagai atribut menarinya.
Perkembangan Tari Guel
Dalam perkembangannya, Tari Guel masih terus dilestarikan dan dikembangkan hingga sekarang. Berbagai kreasi dan variasi juga sering ditampilkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, kostum, maupun pengiringnya, agar terlihat menarik namun tidak meninggalkan ciri khas dan keasliannya. Selain itu, tarian ini juga tidak hanya ditampilkan di berbagai acara adat saja, namun juga sering ditampilkan di berbagai acara budaya seperti pertunjukan seni, festival budaya, dan promosi pariwisata. Hal ini tentu dilakukan sebagai usaha pelestarian serta memperkenalkan kepada generasi muda dan masyarakat luas akan kesenian Tari Guel ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....