Sebelum Dangdut Populer, Ada Gambus yang Lebih Dulu Mengakar, Ketahui Sejarahnya
- 16 Agt 2026 11:46 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dangdut adalah salah satu musik paling populer di Indonesia dengan pengaruh kuat dari perkembangan gambus dan musik Melayu.
- Gambus memiliki akar tradisional dari musik Timur Tengah dan merupakan alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik.
- Sejarah dangdut tidak dapat dipisahkan dari evolusi musik Melayu dan pengaruh budaya Timur Tengah dalam perkembangan alat musik tradisional.
RRI.CO.ID, Jakarta – Dangdut dikenal sebagai salah satu musik paling populer di Indonesia. Namun, perjalanan musik ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan gambus dan musik Melayu.
Gambus sendiri memiliki akar dari tradisi musik Timur Tengah. Alat musiknya berupa alat musik berdawai yang dimainkan dengan cara dipetik.
Perkembangan gambus di Nusantara berkaitan dengan kedatangan masyarakat Arab dan proses penyebaran Islam. Musik ini mulai berkembang di Indonesia sejak abad ke-19 dan kemudian menyebar ke berbagai daerah.
Di sejumlah wilayah Melayu, gambus kemudian mengalami perubahan bentuk dan cara penyajian. Salah satunya adalah gambus selodang yang berkembang di Riau dan digunakan untuk mengiringi tari Zapin.
Pada awal perkembangannya, gambus banyak digunakan dalam kegiatan keagamaan dan dakwah. Seiring waktu, musik ini juga menjadi hiburan dalam berbagai acara masyarakat.
Gambus kemudian semakin dikenal melalui kelompok-kelompok orkes yang muncul di berbagai daerah. Pada masa itu, pertunjukan gambus kerap hadir dalam acara pernikahan, khitanan, dan kegiatan sosial.
Perkembangan tersebut membuat musik gambus bertemu dengan berbagai unsur musik lokal. Pengaruh Arab kemudian berpadu dengan warna Melayu dan menghasilkan bentuk musik yang semakin beragam.
Memasuki pertengahan abad ke-20, kelompok orkes gambus mulai berkembang di sejumlah daerah. Beberapa kelompok kemudian ikut memengaruhi perkembangan musik Melayu yang nantinya menjadi salah satu bagian dari perjalanan dangdut.
Dalam perkembangannya, musik Melayu juga menerima pengaruh dari berbagai tradisi musik lainnya. Pertemuan berbagai unsur tersebut membuat irama dan instrumen yang digunakan semakin beragam.
Gambus menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang tersebut. Pengaruhnya kemudian dapat dilihat dalam perkembangan musik Melayu sebelum istilah dangdut semakin dikenal luas.
Istilah dangdut sendiri baru populer setelah perkembangan musik Melayu memasuki era baru. Kata tersebut sering dikaitkan dengan bunyi gendang atau tabla yang menjadi salah satu ciri musiknya.
Perubahan dari musik Melayu menuju dangdut juga berlangsung secara bertahap. Sejumlah kelompok musik dan penyanyi kemudian membawa warna baru yang membuat genre tersebut semakin dikenal masyarakat.
Nama Rhoma Irama kemudian menjadi salah satu sosok penting dalam perkembangan dangdut modern. Kehadirannya membantu membawa dangdut menjadi musik populer dengan karakter yang semakin kuat.
Meski bentuknya terus berubah, jejak musik gambus masih dapat ditemukan dalam perjalanan musik Indonesia. Gambus menjadi salah satu contoh bagaimana musik dari luar Nusantara beradaptasi dengan budaya lokal.
Dari alat musik yang dibawa melalui pertemuan budaya, gambus berkembang menjadi bagian dari musik Melayu di Indonesia. Perjalanan panjang tersebut kemudian ikut memberi warna pada musik dangdut yang dikenal masyarakat hingga sekarang. (Rahmania Ulfah)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....