Mengenal City Pop, Genre Musik Lawas Jepang yang Kembali Populer

  • 06 Sep 2026 01:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • City pop adalah genre musik lawas asal Jepang yang memadukan elemen pop, jazz, funk, dan disko dengan nuansa kehidupan metropolitan.
  • Genre city pop berkembang di Jepang pada periode 1970-1980an bersamaan dengan era modernisasi dan pertumbuhan kehidupan perkotaan.
  • City pop kini menjadi perhatian kembali di kalangan pendengar musik setelah lama menjadi genre yang kurang populer.

RRI.CO.ID, Jakarta - City pop kini kembali menjadi perhatian pendengar musik. Genre lawas asal Jepang ini memadukan antara pop, jazz, funk, disko yang menunjukkan nuansa kehidupan metropolitan.

Melansir Universitas Pendidikan Indonesia, city pop berkembang di Jepang sekitar 1970-an hingga 1980-an. Genre tersebut muncul ketika modernisasi dan kehidupan perkotaan semakin berkembang di Jepang.

Berbeda dari pop pada umumnya, nuansa City pop sering terasa santai sekaligus glamor. Instrumen City pop biasanya menggunakan gitar elektrik, synthesizer, bass, drum yang diracik menjadi melodi yang cenderung groovy dan mudah diingat.

Musik dengam genre ini cocok menemani perjalanan malam, berkendara, bekerja, atau sekadar bersantai. Seperti namanya, city pop banyak merekam kehidupan masyarakat metropolitan, mulai dari percintaan, hiburan, hingga kemewahan.

Perkembangan ekonomi Jepang ikut membuka jalan bagi kemunculan city pop yang banyak mendapat pengaruh musik Barat. Popularitasnya kemudian semakin dekat dengan keseharian masyarakat melalui penggunaan Walkman dan stereo mobil.

City pop berkembang melalui sejumlah musisi seperti Happy End, Sugar Babe, Tin Pan Alley, hingga Tatsuro Yamashita. Umumnya mereka memadukan antara folk, pop rock, soul, R&B, jazz, funk, soft rock, boogie, dan disko.

Memasuki awal 1980-an, city pop semakin dikenal melalui karya Tatsuro Yamashita, Mariya Takeuchi, Anri, dan sejumlah penyanyi lainnya. Pada periode tersebut, city pop semakin digemari dan menjadi bagian dari musik populer Jepang.

Salah satu karya yang kemudian menjadi simbol genre ini adalah 'Plastic Love' milik Mariya Takeuchi. Lagu tersebut dirilis dalam album Variety, sementara 'Stay With Me' dan 'Remember Summer Days' juga populer.

Sayangnya popularitas city pop sempat meredup setelah perubahan selera musik dan berakhirnya masa ekonomi gelembung Jepang. Namun, genre tersebut tidak benar-benar hilang dan kembali mendapat perhatian melalui platform musik digital.

Kebangkitan global city pop turut didorong algoritma YouTube yang kembali merekomendasikan lagu-lagu lawas kepada pengguna. 'Plastic Love' menjadi salah satu contoh yang paling menarik perhatian.

Versi panjang 'Plastic Love' diunggah secara anonim ke YouTube pada 2017 dan kemudian menarik perhatian pendengar global. Fenomena tersebut ikut memperkenalkan kembali city pop kepada generasi pendengar yang lebih muda.

Di Indonesia, pengaruh city pop dapat dijumpai dari nama-nama populer seperti Maliq & D’Essentials, RAN, dan Tompi. City pop juga lebih dikenal melalui istilah pop urban yang berkembang di kalangan musisi. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....