Menbud Fadli Harap Karya Nasirun jadi Inspirasi Regenerasi Perupa Indonesia
- 13 Sep 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menbud Fadli berharap lahir “Nasirun-Nasirun” baru melalui pewarisan pengetahuan, pengalaman, dan nilai berkesenian kepada generasi muda.
- Nasirun berperan sebagai guru dalam program Belajar Bersama Maestro 2025, membimbing 10 siswa terpilih untuk berkarya.
- Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” mengenang Nasirun sekaligus menampilkan penghormatannya terhadap para guru dalam perjalanan seni.
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, berharap perjalanan hidup maestro seni rupa Nasirun dapat menginspirasi lahirnya pelukis-pelukis andal. Ini diwujudkan melalui proses pewarisan pengetahuan, pengalaman, serta nilai-nilai berkesenian kepada generasi penerus bangsa.
Harapan tersebut disampaikannya saat membuka pameran “Nasirun (1965–2026): Bersimpuh di Kaki Para Guru” di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran ini bertujuan untuk mengenang maestro seni lukis yang berpulang pada 1 Agustus 2026.
“Mudah-mudahan akan tumbuh Nasirun-Nasirun baru,” kata Fadli, Sabtu 12 September 2026. “Beliau orang yang sangat berdedikasi untuk membagikan pengalaman dan ilmunya kepada generasi muda.”
Menurut Menbud, Nasirun tidak hanya dikenal melalui pencapaian estetika dan artistiknya. Namun, lanjut dia, yang lebih penting adalah melalui dedikasinya untuk membagikan pengetahuan kepada generasi muda.
Fadli mencontohkan keterlibatan Nasirun sebagai guru dalam program “Belajar Bersama Maestro” yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan pada 2025. Dalam program tersebut, 10 siswa yang lolos audisi akan tinggal di tempat Nasirun untuk belajar bersama sang maestro.
“Jadi ada 10 orang siswa yang terpilih melalui audisi dan tinggal di tempat Mas Nasirun,” ujarnya. “Mereka kemudian belajar bersama, tinggal bersama, serta melahirkan karya-karya.”
Menbud mengatakan pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi para perupa muda untuk mengembangkan karya dengan kedalaman yang mereka miliki. Pameran “Bersimpuh di Kaki Para Guru” juga memperlihatkan sisi lain dari perjalanan artistik Nasirun, yakni penghormatannya terhadap para guru.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....