Film 'Lobang Buaya' Rilis Trailer, Ungkap Misteri Teror Pembunuhan Berantai

  • 29 Agt 2026 21:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film horor 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' resmi meluncurkan official trailer dan final poster kepada publik.
  • Sutradara Hanung Bramantyo menekankan bahwa film ini bukan tentang peristiwa 30 September tetapi kisah konflik politik yang terjadi setahun sebelumnya.
  • Film mengambil latar belakang tahun 1964 dengan cerita pembunuhan berantai yang terjadi di sebuah desa bernama Lobang Buaya.

RRI.CO.ID, Jakarta – Film horor 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' resmi merilis official trailer dan final poster. Karya sutradara Hanung Bramantyo ini mengangkat misteri pembunuhan berantai berlatar 1964.

Hanung mengatakan film tersebut bukan cerita mengenai peristiwa 30 September atau tragedi di Sumur Lubang Buaya. Cerita justru mengambil latar setahun sebelumnya, ketika konflik politik terjadi di sebuah desa bernama Lobang Buaya.

"Ini bukan film tentang 30 September atau G30SPKI, tapi 309 hari sebelum 30 September. Film ini menceritakan peristiwa yang ada di Sumur Lubang Buaya, tapi kejadian pada satu desa bernama Lobang Buaya," ucapnya saat press conference film 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' di Senayan City XXI, Jakarta, Jumat, 28 Agustus 2026.

Dalam cerita, Desa Lobang Buaya diguncang pembunuhan berantai terhadap sejumlah tokoh desa setiap tanggal 30. Para korban ditemukan dengan punggung berlubang dan berbagai sindiran, seperti tamak, lamis, serta maruk.

Official trailer memperlihatkan Letnan Soegeng yang ditugaskan mengungkap motif serta dalang di balik rangkaian pembunuhan tersebut. Penyelidikan Soegeng kemudian berhadapan dengan rumor Hantu Bolong dan ketegangan sosial yang semakin meningkat di desa.

Sementara itu, final poster menampilkan tangan misterius yang terlihat menembus punggung berlubang seorang perempuan. Visual tersebut menjadi gambaran teror utama sekaligus teka-teki yang akan menjadi bagian penting dalam cerita film.

Hanung tidak hanya menggunakan sosok hantu sebagai elemen horor, namun mengandalkan ketakutan masyarakat terhadap ketidakadilan pada masa tersebut. Teror yang diangkat tidak hanya berkaitan dengan hal gaib, tetapi juga persoalan kekuasaan, korupsi, dan penindasan.

"Horror adalah situasi, horror adalah teror yang tidak terjawab. Yang membuat film ini beda, karena menggambarkan situasi itu, yang bisa menakutkan tanpa ada hantu," katanya.

Ia juga menerapkan konsep 'multi-twist' yang terinspirasi dari perkembangan industri perfilman Korea Selatan dalam membangun alur cerita. Pendekatan tersebut membuat film tidak hanya mengandalkan satu 'plot twist', tetapi menghadirkan perubahan alur secara berlapis.

"Saya menggunakan babak-babak yang dilakukan oleh industri film Korea Selatan saat ini. Film Korea berhasil menyaingi Hollywood dengan twist yang tidak hanya sekali, multi twist," ujarnya.

Senada dengan itu, Baskara Mahendra (Soegeng) menyebut karakternya menghadapi kejadian yang tidak biasa sepanjang penyelidikan. Menurutnya, pengalaman memerankan Soegeng semakin menarik setelah melihat keseluruhan film.

"Rasanya seru banget memerankan peran ini, dan ikut deg-degan waktu nonton versi full. Mas Hanung ngeditnya sangat rapi dan pace-nya cukup cepat, jadi nggak sempet mikir siapa pelakunya," katanya, dalam kesempatan yang sama.

Menurutnya, alur film terasa rapi dan cepat sehingga penonton tidak memiliki banyak waktu untuk menebak pelaku. Ia meyakini, penonton akan ikut merasakan ketegangan Soegeng ketika berusaha mengungkap siapa dalang di balik rangkaian kejadian tersebut.

Film ini telah diputar di International Film Festival Rotterdam 2026 pada Januari 2026 lalu. Film tersebut juga berhasil masuk nominasi B-Extreme di Bucheon International Fantastic Film Festival di Korea Selatan.

Film 'Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah' merupakan produksi Adhya Pictures yang bekerja sama dengan Dapur Film. Film yang turut dibintangi Carissa Perusset dan Anya Zen ini tayang di bioskop Indonesia pada 1 Oktober 2026. (Shafa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....