Film Baby Udon Angkat Kisah Nyata Fanny Kondoh yang Penuh Inspirasi
- 27 Agt 2026 11:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Baby Udon menceritakan kisah nyata pasangan Fanny Kondoh dan suaminya Hajime Kondoh dengan fokus pada perjalanan perjuangan hidup mereka.
- Film ini diproduksi oleh Sumargo Films dan LYTO Pictures serta mengangkat tema harapan mendapat keturunan dan berbagai persoalan kehidupan rumah tangga.
- Peluncuran film Baby Udon dilakukan melalui konferensi pers pada Rabu, 26 Agustus 2026 dengan kehadiran tim kreatif dan para pemeran.
RRI.CO.ID, Jakarta — Film 'Baby Udon' yang diproduksi Sumargo Films dan LYTO Pictures menceritakan Fanny Kondoh dengan mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Film ini mengangkat perjalanan perjuangan pasangan tersebut, termasuk harapan untuk mendapat keturunan dan berbagai persoalan kehidupan rumah tangga.
Film 'Baby Udon' dikenalkan melalui konferensi pers yang diadakan pada Rabu, 26 Agustus 2026. Jajaran produser, sutradara, penulis skenario, dan para pemeran film hadir dalam konferensi pers untuk turut memeriahkan acara ini.
Produser Olivia Sumargo menyampaikan ia tertarik dengan kisah Fanny sebab cerita tersebut dapat memberikan harapan bagi publik. Ia menilai cerita tersebut terasa dekat dengan kehidupan masyarakat, contohnya seperti mereka yang tengah menghadapi kanker.
“Banyak sekali yang akan mengerti film ini dan banyak juga pelajaran yang bisa diambil dari film ini. Tujuan aku awalnya itu saja, dan pada saat aku kontak Fanny, Fanny sudah dikontak oleh banyak sekali orang,” ujar Olivia dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2026.
“Dan Fanny bilang, Cik, aku maunya sama kamu, karena kayaknya Cici mengerti posisiku, Cik. Jadi aku senang banget dipercaya oleh Fanny, dan itu yang bikin aku buat Densu untuk kerja gitu,” kata Olivia, melanjutkan.
Eksekutif Produser, Andi Suryanto berharap perjalanan Fanny yang diangakt dalam ‘Baby Udon’ dapat tersampaikan kepada masyarakat. Menurutnya, film ini bukan hanya menghadirkan gaya khas Denny Sumargo yang jenaka, tetapi juga menggambarkan kesedihan kisah Fanny.
Sementara itu, Produser Marcella Daryanani menyebut popularitas dari kisah asli merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi semua tim produksi. Hal tersebut terjadi karena cerita Fanny sudah terkenal melalui media sosial sehingga banyak penonton yang telah mengetahui kisahnya.
Karena hal itu, LYTO Pictures dan Sumargo Films berupaya agar proses adaptasi tidak mengurangi esensi cerita tersebut. Marcella mengatakan penyampaian cerita kemudian diperkuat melalui skenario yang digarap oleh Oka Aurora dan Christina Cindy.
Dari segi penulisan, Oka Aurora menuturkan kisah Fanny awalnya terlihat serupa dengan cerita Cinderella, tetapi dengan alur berbeda. Kisah Cinderella umumnya diawali kesedihan dan berakhir bahagia, perjalanan Fanny justru terlihat bahagia di awal sebelum diakhiri kesedihan.
Penulis naskah, Christina Cindy menambahkan, ia bersama Oka berupaya untuk mempertahankan semangat perjuangan pasangan tersebut dalam proses penulisan. Mereka ingin agar cerita tersebut bukan sekadar menjadi cerita film, tetapi juga menunjukkan beratnya tantangan yang dialami keduanya.
“Kita tidak pengen ini cuma untuk jadi film, tapi kita bener-bener ingin menyampaikan, perjuangan mereka seberat ini ya. Dan kita harap lewat tulisan kita dan hasilnya di film ini, orang-orang bisa mendapatkan semangat perjuangan itu,” ujar Cindy.
Melalui 'Baby Udon', tim produksi berharap kisah mereka mampu menginspirasi penonton dalam menghadapi tantangan kehidupan yang berat. Kisah tersebut diharapkan bisa memberikan makna dan pelajaran bagi semua orang melalui kisah hidup kedua tokoh utama. (Shafira Nursyifa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....