GBN 2026 Meriahkan Panggung Istana Merdeka lewat Harmoni Nusantara
- 18 Agt 2026 17:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- GBN 2026 menghadirkan 182 talenta muda dari 38 provinsi dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
- Penampilan GBN menjadi representasi keberagaman budaya Indonesia melalui lagu perjuangan, nasionalisme, dan medley lagu daerah Nusantara.
- Menbud Fadli mengajak generasi muda mengisi kemerdekaan melalui karya, prestasi, pelestarian budaya, dan kontribusi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan mempersembahkan penampilan memukau dari para talenta muda terbaik yang tergabung dalam Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026. Paduan suara dan orkestra ini tampil memukau saat upacara HUT ke-81 RI, Istana Merdeka, Jakarta Pusat.
Upacara mengusung tema nasional 'Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur' serta dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo bertindak sebagai Inspektur Upacara, dan didampingi seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih.
Kehadiran GBN 2026 menjadi representasi nyata dari semangat persatuan dan kebangsaan di kalangan generasi muda Indonesia. Sebanyak 182 talenta muda terpilih yang berasal dari 38 provinsi di seluruh Indonesia sukses memukau hadirin.
Para peserta merupakan hasil dari proses seleksi ketat melalui audisi nasional yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui pemerintah daerah. Pada tahap pendaftaran tercatat sebanyak 1.034 paduan suara dan 301 pendaftar orkestra.
Dirjen Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra menyampaikan pandangannya tentang GBN. Ia mengatakan bahwa GBN menjadi medium yang sangat efektif untuk merefleksikan keberagaman (diversity) bangsa Indonesia di panggung kenegaraan.
"Terdiri dari 182 peserta yang berasal dari 38 provinsi di Indonesia, kehadiran mereka menunjukkan keberagaman bangsa kita yang luar biasa. Mulai dari pakaian adat yang dikenakan, asal budaya, hingga bahasa daerah masing-masing," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 18 Agustus 2026.
Ia juga menyoroti lagu yang disampaikan selama upacara merupakan lagu-lagu perjuangan dan nasionalisme yang punya nilai tersendiri. Dengan dibawakannya lagu-lagu tersebut di Istana, tentu saja turut mempromosikan kekayaan lagu daerah ke tingkat nasional.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon berpesan agar generasi muda senantiasa mengisi kemerdekaan melalui karya dan prestasi. Adapun hal lainnya seperti kontribusi, pelestarian budaya, serta keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
"Mari kita rawat keberagaman sebagai anugerah, kebudayaan sebagai akar identitas. Persatuan sebagai kekuatan, gotong royong sebagai jalan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan," ucapnya.
Dipandu oleh konduktor Vincent Wiguna, GBN 2026 mempersembahkan deretan lagu istimewa selama rangkaian pra-upacara hingga detik-detik proklamasi. Penampilan dibuka dengan enam nomor lagu penuh makna, yaitu:
1. “Perdamaian” (Ciptaan: Abu Ali Haidar | Aransemen: Alvin Witarsa)
2. “Dwi Warna” (Ciptaan: Husein Mutahar | Aransemen: Singgih Sanjaya)
3. “Laksamana Raja Dilaut” (Ciptaan: Ngah & Iyet | Dinyanyikan oleh Dwi Rahma Aulia dari Sumatera Barat)
4. “Candra Buana” (Ciptaan: Ismail Marzuki | Aransemen: Purwa Tjaraka)
5. “Aku Indonesia” (Ciptaan: Simhala & Tantranumata | Aransemen: Alvin Witarsa)
6. Medley Lagu Daerah (Diaransemen oleh Alvin Witarsa), yang merangkum lima lagu Nusantara:
- Sayang Selayak (Sumatera Selatan)
- Sabilulungan (Jawa Barat)
- Palu Nataku (Sulawesi Tengah)
- Bebilin (Kalimantan Utara)
- dan Mana Lolo Banda (Nusa Tenggara Timur)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....