Film "Seni Merayu Tuhan" Angkat Pesan Toleransi Beragama

  • 12 Agt 2026 14:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film "Seni Merayu Tuhan" mengangkat keberagaman dan toleransi melalui kisah pencarian makna hidup.

RRI.CO.ID, Jakarta – Film Seni Merayu Tuhan mengangkat keberagaman dan toleransi melalui kisah pencarian makna hidup. Pesan tersebut diperkuat dengan kehadiran tokoh lintas agama pada acara nonton bersama film tersebut beberapa waktu lalu.

Film produksi Wahana Kreator Nusantara itu diadaptasi dari buku karya Habib Jafar. Ceritanya mengikuti perjalanan seorang pemuda yang mencari arah hidup sekaligus memahami hubungan manusia dengan Tuhan.

Salah satu gambaran toleransi hadir melalui karakter Hikmah dan Sophia. Keduanya merupakan pasangan beda agama yang diperankan Ari Irham dan Lutesha.

Kisah mereka menggambarkan proses memahami keyakinan masing-masing. Hubungan tersebut juga memperlihatkan bagaimana perbedaan dapat dihadapi dengan saling menghormati.

Habib Jafar mengatakan keberagaman juga menjadi bagian dari proses produksi film tersebut. Menurut dia, banyak pihak dengan latar belakang agama berbeda terlibat dalam pembuatannya.

“Film ini dibuat dan didukung penuh oleh orang-orang yang memang toleran,” ujarnya, Minggu 9 Agustus 2026. “Kebetulan dari jajaran produser eksekutif kami, 90 persennya nonmuslim.”

Menurut Habib, keberagaman tersebut turut terinspirasi dari orang-orang di sekitarnya. Menurut dia, para tokoh lintas agama yang hadir merupakan sosok yang selama ini merawat toleransi.

“Mereka adalah inspirasi saya,” ucapnya. “Kawan-kawan yang merawat toleransi beragama di Indonesia selama beberapa tahun ke belakang.”

Pesan film tersebut mendapat respons positif dari Pendeta Tommy Simanjuntak. “Filmnya bagus banget, aku lihat Habib Jafar begitu jujur dan brilian bisa mengungkapkan elephant in the room,” ujarnya.

Tommy menilai perjalanan mengenal Tuhan bukan sesuatu yang selalu memiliki jawaban tunggal. Menurut dia, proses tersebut membutuhkan perjalanan dan pengalaman setiap individu.

Pemuka agama Buddha, Bhante Dirapunno melihat film sebagai karya seni yang dapat membantu penonton menemukan jawaban atas berbagai pertanyaan kehidupan. Menurut dia, Seni Merayu Tuhan menawarkan banyak sudut pandang kepada penonton.

“Film ini dapat menjawab banyak pertanyaan," ujarnya. "Mungkin orang mempunyai satu jawaban tetapi oleh film ini disiapkan 10 jawaban."

Sejumlah tokoh agama Islam, Katolik, Buddha, dan Konghucu menghadiri acara nonton bersama. Acara itu turut dihadiri jajaran produser dan produser eksekutif, Sigit Pratama, Gina S. Noer, Salman Aristo, dan Orchida Ramadhania.

Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki, Habib Jafar, dan Onadio Leonardo. Film tersebut dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....