Habib Jafar Hadirkan Keresahan Anak Muda Melalui Film 'Seni Merayu Tuhan'
- 06 Agt 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Habib Jafar mengadaptasi buku best seller Seni Merayu Tuhan menjadi film yang akan tayang pada 13 Agustus 2026.
- Habib Jafar terlibat langsung dalam pengembangan dan supervisi skenario agar kisahnya relevan dengan keresahan anak muda masa kini.
- Film Seni Merayu Tuhan mengangkat perjalanan anak muda mencari makna hidup dan hubungan dengan Tuhan tanpa menghadirkan tokoh yang digambarkan sempurna sejak awal.
RRI.CO.ID, Jakarta - Habib Jafar segera menyapa penonton lewat film Seni Merayu Tuhan yang diadaptasi dari buku terlaris karyanya. Film ini mengangkat perjalanan anak muda dalam mencari makna hidup sekaligus memperbaiki hubungan dengan Tuhan.
Dalam proses pengembangannya, Habib Jafar tidak hanya memberikan izin adaptasi bukunya. Ia juga terlibat sebagai pengembang ide dan supervisor skenario bersama tim Wahana Kreator agar pesan yang dihadirkan tetap sesuai.
Habib Jafar mengatakan sejak awal ia meminta agar tokoh utama tidak digambarkan sebagai sosok yang sempurna. Menurutnya, karakter yang penuh kekurangan justru lebih dekat dengan realitas yang dihadapi banyak anak muda saat ini.
"Pesan saya saat awal ketika mengembangkan ide film ini adalah, tolong, jangan bikin tokoh utamanya itu orang yang sudah suci dari awal. Karena itu tidak relatable buat anak muda zaman sekarang," ujar Habib Jafar dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menilai banyak generasi muda sedang menghadapi berbagai persoalan, mulai dari tekanan hidup, masalah keluarga, hingga kesehatan mental. Kondisi tersebut, menurutnya, justru bisa menjadi jalan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan.
Habib Jafar menggambarkan tokoh utama sebagai sosok yang mungkin terlihat jauh dari agama, tetapi tetap memiliki ruang dengan Sang Pencipta. Baginya, momen seseorang berbicara kepada Tuhan dalam kesunyian merupakan bentuk doa yang paling tulus.
"Tokoh utama di film ini adalah representasi anak-anak yang mungkin tatonya banyak, mungkin jarang ke masjid. Tapi di dalam kamarnya, jam 3 pagi, dia menangis dan ngobrol sama Tuhan,, obrolan jam 3 pagi itulah bentuk rayuan paling indah," katanya.
Dari sisi visual, Seni Merayu Tuhan dikemas dengan nuansa puitis dan reflektif. Berbagai adegan sederhana dipilih untuk menggambarkan bahwa hubungan dengan Tuhan dapat tumbuh melalui keseharian yang jujur.
Habib Jafar berharap film ini menjadi ruang refleksi bagi siapa pun yang merasa jauh dari Tuhan. Ia menegaskan bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk kembali.
"Kalau selama ini kalian merasa jauh dari Tuhan, merasa berdosa banget, ingat, Tuhan itu Maha Penerima Rayuan. Jangan takut untuk kembali, karena Tuhan selalu menunggu kalian untuk pulang," ucapnya.
Film Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, Teuku Ryzki. Habib Jafar juga terlihat sebagai pemain bersama Arie Kriting, Sita Nursanti, Onadio Leonardo, dan Alfie Alfiandy.
Film yang diproduseri Salman Aristo dan Sigit Pratama ini menjadi debut penyutradaraan Cesa David Luckmansyah. Seni Merayu Tuhan dijadwalkan tayang di bioskop mulai 13 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....