Gelar Roadshow Perdana, Film 'Foufo' Disambut Meriah di Madura

  • 07 Jul 2026 14:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film Foufo menggelar roadshow perdana di Madura menjelang penayangan nasional pada 9 Juli 2026 dan mendapat sambutan meriah dari masyarakat.
  • Disutradarai Bayu Skak, Foufo menjadi film layar lebar Indonesia pertama yang mengangkat bahasa dan budaya Madura sebagai identitas utama cerita.
  • Penonton Madura mengaku bangga karena merasa budaya dan bahasa mereka terwakili di layar lebar, sementara para pemain berharap film ini memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada masyarakat luas.

RRI.CO.ID, Jakarta - Film Foufo mendapat sambutan hangat dari masyarakat Madura menjelang penayangannya di bioskop pada 9 Juli 2026. Roadshow perdana yang digelar di Pulau Madura menjadi ajang "pulang kampung" bagi film yang mengangkat budaya Madura tersebut.

Kegiatan roadshow diawali dengan pemutaran film di KCM Pamekasan dan dilanjutkan dengan Madura Fest. Antusiasme penonton terlihat tinggi, menyusul rangkaian roadshow sebelumnya di sejumlah kota di Jawa Timur yang pada penonton.

Foufo merupakan film produksi Skak Studios dan Sinemart yang disutradarai oleh Bayu Skak. Film ini disebut sebagai film layar lebar Indonesia pertama yang mengangkat budaya Madura sebagai identitas utama ceritanya.

Menurut Bayu Skak, roadshow di Madura menjadi kesempatan langsung melihat masyarakat yang budaya dan kehidupannya menjadi inspirasi dalam film. Ia mengaku terkesan dengan kuatnya nilai kekeluargaan yang dimiliki masyarakat Madura.

"Salah satu yang membuat saya takjub adalah keberanian dan rasa cinta kasih orang Madura. Dalam film ini juga ditunjukkan bagaimana seorang anak memegang teguh janjinya kepada sang ibu," ujar Bayu Skak dalam keterangan resmi.

Pemeran utama Tretan Muslim mengatakan Foufo juga menjadi ruang untuk memperlihatkan potensi talenta asli Madura kepada masyarakat. Menurutnya, film tersebut ingin menunjukkan bahwa keluarga, terutama sosok ibu, memiliki tempat yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Madura.

"Dari film ini kami ingin membuktikan bahwa talenta-talenta Madura luar biasa. Kami juga ingin menunjukkan bahwa orang Madura memiliki ikatan kekeluargaan yang sangat kuat, terutama kepada ibu," kata Tretan Muslim.

Beberapa penonton yang hadir mengaku bangga karena pertama kalinya dapat menyaksikan film Indonesia yang didominasi bahasa Madura. Menurut mereka, Foufo menjadi salah satu media memperkenalkan bahasa dan budaya Madura.

"Film ini sangat membanggakan warga Madura. Bahasa Madura jadi bisa dikenal lebih luas dan membuktikan bahwa bahasa Madura juga keren," ujar salah seorang penonton.

Film Foufo dibintangi Tretan Muslim, Habib Ja'far, Ade "Bibier" Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam, Fuad Sasmita, hingga DJ Rara. Film dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....