Film 'Foufo' Siap Tayang, Hadirkan Komedi Sci-Fi Berbalut Budaya Madura

  • 06 Jul 2026 21:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Foufo menjadi film berbudaya Madura pertama di Indonesia yang mengusung genre komedi sci-fi.
  • Disutradarai Bayu Skak, film ini mengangkat kisah anak yang berjuang mewujudkan impian sang ibu berhaji.
  • Dibintangi Tretan Muslim sebagai pemeran utama, Foufo akan tayang di bioskop mulai 9 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Skak Studios bersama Sinemart menghadirkan Foufo, film berbudaya Madura pertama di Indonesia yang mengusung genre komedi sci-fi. Disutradarai Bayu Skak, film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 9 Juli 2026.

Foufo memadukan humor khas Bayu Skak dengan kisah keluarga yang hangat. Di balik komedinya, film ini mengangkat cerita seorang anak yang ingin membahagiakan ibunya dengan mewujudkan impian menunaikan ibadah haji.

Keunikan film ini terletak pada perpaduan budaya lokal dengan unsur fiksi ilmiah. Cerita bermula ketika sebuah UFO jatuh di Madura, sosok alien itu justru membantu sebuah keluarga menghadapi kesulitan ekonomi.

Meski sekitar 70 persen dialog menggunakan bahasa Madura, Foufo tetap dirancang agar mudah dinikmati penonton dari berbagai daerah. Ceritanya mengusung tema universal tentang kasih sayang keluarga, pengorbanan, dan hubungan antara anak dengan ibunya.

Bayu Skak mengatakan Foufo menjadi tantangan baru dalam perjalanan kariernya sebagai sineas. Setelah dikenal lewat film-film horor komedi, kali ini ia ingin mengeksplorasi genre yang berbeda dengan tetap mengangkat budaya lokal.

"Setelah sukses dengan genre horor komedi, saya ingin keluar dari zona nyaman. Lewat Foufo, kami ingin menghadirkan cerita yang unik, lucu, sekaligus mengharukan dengan komedi sci-fi dan budaya Madura," ujar Bayu Skak.

Produser eksekutif David Suwarto menilai ide yang dibawa Bayu Skak menawarkan sesuatu yang segar bagi perfilman Indonesia. Menurutnya, Foufo bukan hanya menghibur lewat komedi yang ringan, tetapi juga menghadirkan cerita yang menyentuh.

Film ini menandai debut Tretan Muslim sebagai pemeran utama. Berbeda dari citranya sebagai komedian, kali ini ia dituntut membawakan karakter yang lebih serius dengan drama emosional.

"Di film ini saya justru tidak boleh berkomedi, malah harus banyak menangis. Ini menjadi tantangan baru sekaligus kebanggaan karena bisa menjadi bagian dari film berbudaya Madura pertama di Indonesia," kata Tretan Muslim.

Chemistry antara Tretan Muslim dan Siti Kam yang memerankan sang ibu menjadi salah satu kekuatan utama filmnya. Menariknya, ini merupakan film debut Siti Kam di usia 63 tahun.

Untuk menghadirkan nuansa yang autentik, tim produksi menggelar proses open casting yang diikuti sekitar 2.500 peserta. Hasilnya, hampir 90 persen pemain yang terlibat berasal atau memiliki darah Madura.

Tak hanya itu, Foufo juga melibatkan studio animasi lokal asal Surabaya, Hompimpa, dalam menggarap karakter alien. Sekitar 120 animator turut berkontribusi dalam proses produksi, menunjukkan kemampuan animator lokal di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Disutradarai Bayu Skak, film ini diproduseri Bayu Skak dan Ricky R. Setiawan. Hadir pula David Suwarto sebagai produser eksekutif.

Selain Tretan Muslim, Foufo juga dibintangi Habib Ja'far, Ade "Bibier" Kurniyawan, Benidictus Siregar, Bambang Ceper, Siti Kam. Kemudian, Fuad Sasmita, Sangat Mahendra, Anggun Dwi, Ina Pogang, Rifqy Abdillah, Kiano, Hari Otong, Rizki Bibir, hingga DJ Rara.

Melalui perpaduan komedi, drama keluarga, budaya Madura, dan sentuhan fiksi ilmiah, Foufo diharapkan menghadirkan warna baru bagi perfilman Indonesia. Serta dapat membuka ruang bagi eksplorasi genre komedi sci-fi di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....